Polri Sebut Pembahasan Penyelesaian Konflik Papua Tanpa Peperangan Bakal Dibahas Akhir Tahun

Formula penyelesaian konflik Papua tanpa peperangan ala calon panglima TNI Jenderal Andika Perkasa bakal dibahas pada Desember atau akhir tahun 2021.

Istimewa
TNI-Polri mulai melakukan blokade terhadap akses masuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Intan Jaya, Papua. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian RI menuturkan pembahasan formula penyelesaian konflik Papua tanpa peperangan ala calon panglima TNI Jenderal Andika Perkasa bakal dibahas pada Desember atau akhir tahun 2021 mendatang.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyampaikan nantinya formula yang akan dibahas bersama TNI itu bakal diterapkan Satgas Nemangkawi pada 2022 mendatang.

"Kita lihat nanti bagaimana pola daripada operasi Nemangkawi 2022. Ini kan masih berjalan sampai Desember, nanti akan dilakukan analisa evaluasi bagaimana selanjutnya pada tahun 2022 berdasarkan analisa evaluasi," kata Rusdi saat dikonfirmasi, Kamis (11/11/2021).

Baca juga: Oknum Anggota Polres Kudus Terciduk di Tempat Hiburan Malam saat Tugas, Begini Nasibnya 

Baca juga: Polri Tegaskan Tak Pandang Bulu Usut Dua Anggotanya Diduga Jual Amunisi ke KKB Papua

Hingga saat ini, kata Rusdi, pola penindakan hukum terhadap KKB Papua masih belum berubah.

Mereka juga masih mengedepankan Satgas Nemangkawi untuk melakukan langkah pengamanan dan menjaga Kamtibmas.

"Kita lihat nanti kan analisa evaluasi belum dilaksanakan, proses operasi masih berjalan. Jangan terburu buru," jelasnya.

Di sisi lain, Rusdi mengakui rencana Andika Perkasa untuk menyelesaikan konflik Papua tanpa peperangan memungkinkan untuk bisa dilakukan.

Namun, hal ini harus menunggu analisa dan evaluasi yang digelar akhir tahun.

"Segala kemungkinan bisa, makanya nanti kita lihat hasil anev. Ini tetap berjalan setiap pelaksanaan ada TNI-Polri, setiap analisa dan evaluasi pun ada TNI polri. Terus berjalan dengan baik," tukasnya.

Baca juga: Polri Susun Formula Soal Rencana Andika Perkasa Ingin Selesaikan Konflik Papua Tanpa Peperangan

Baca juga: Misteri Jasad Bayi di Gerobak Motor Sampah, Sempat Dikira Bangkai Kucing, Polisi Telusuri Data Bumil

Diberitakan sebelumnya, satu di antara hal yang akan menjadi fokus Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI yang baru saja disetujui Komisi I DPR adalah menangani konflik di Papua.

Ditemui usai uji kelayakan dan kepatutan Calon Panglima TNI, Wakil Ketua DPR RI Lodewijk F. Paulus menyebut, Jenderal Andika Perkasa bakal menerapkan pendekatan penyelesaian Papua dengan memanfaatkan operasi pembinaan teritorial. 

"Prinsip beliau disampaikan tadi bagaimana memenangkan pertempuran tanpa peperangan. Artinya ada pendekatan lunak yang dia lakukan, pendekatan sosial yabg dilakukan ujung-ujungnya masalahnya juga bisa diselesaikan," kata Lodewijk di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/11/2021). 

"Artinya, dia tidak menggunakan katakan sistem senjata utama, tetapi lebih kepada sistem sistem senjata sosial artinya komunikasi," imbuhnya. 

Baca juga: Wagub dan Sekda DKI Kompak Tanggapi Rencana PA 212 Reuni Akbar di Monas

Baca juga: 3 Begal Cilik Bawa Celurit Beraksi di Jababeka, Korban Berteriak, Pelaku Kabur ke Semak-semak

Lodewijk mengatakan, Jenderal Andika sudah mula menggelar satuan-satuan teritorial di wilayah Papua. 

Dia berharap kebijakan yang diterapkan akan berdampak positif bagi Papua kedepannya. 

"Saya pikir tidak ada masalah, saya yakin dengan riwayat tugas yang telah dilakukan Pak Andika bisa mengatur startegi dengan waktu yang sempit untuk menuntaskan tugas-tugas yang beliau telah sampaikan dalam visi dan misi," pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved