Breaking News:

Menko Luhut Anggap Mediasi Gagal, Fatia Maulidiyanti: Bentuk Arogansi Pejabat Publik

Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti, menyikapi pernyataan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan

Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/ Fandi Permana
Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti didampingi kuasa hukumnya Pieter Ell seusai menghadiri undangan mediasi oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kamis (21/10/2021) 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti, menyikapi pernyataan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang mengklaim kalau upaya mediasi atas kasus dugaan pencemaran nama baik telah gagal.

Luhut mengatakan hal tersebut, setelah Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti sebagai terlapor dalam perkara dugaan pencemaraan nama baik tidak hadir memenuhi pemanggilan mediasi oleh Polda Metro Jaya, Senin (15/11/2021).

Menyikapi pernyataan tersebut Fatia mengatakan, kalau sikap dari Luhut itu merupakan bentuk arogansi dari seorang pejabat negara yang tidak menghormati mekanisme hukum di kepolisian.

"Kami menilai langkah tersebut merupakan bentuk arogansi pejabat publik yang tidak membuka ruang diskusi ataupun menghormati mekanisme kepolisian terkait keadilan restoratif (restorative justice)," kata Fatia saat dikonfirmasi, Senin (15/11/2021).

Tak hanya itu, kata dia, pernyataan yang dilayangkan Luhut kepada awak media tersebut juga telah menimbulkan kesan kalau meneteri tersebut memiliki kuasa untuk mengatur agenda mediasi.

Padahal, upaya mediasi untuk menyelesaikan sebuah perkara dapat dilakukan jika para pihak terlibat dalam perundingan saling menyadari terhadap hasil yang diperoleh dalam mediasi.

Baca juga: Tidak Hadir Dalam Mediasi dengan Luhut, Ini Penjelasan Pihak Fatia Maulidiyanti dan Haris Azhar

"Akan tetapi, dalam hal ini pihak Luhut telah menyimpulkan terlebih dahulu bahwa mediasi tidak berhasil dilakukan karena ketidakhadiran pihak terlapor, sehingga pihaknya akan menempuh upaya hukum selanjutnya," ucapnya.

Diketahui, baik Haris Azhar maupun Fatia Maulidiyanti urung hadir dalam agenda mediasi dengan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan atas perkara dugaan pencemaran nama baik.

Anggota kuasa hukum Fatia, Julius Ibrani mengatakan, alasan mendasar kliennya tidak bisa hadir dalam agenda mediasi tersebut karena adanya keperluan di luar kota.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved