Breaking News:

Pengikut Rizieq Shihab Tewas

Pimpinan Jasamarga Tollroad Dicecar Jaksa Soal Gangguan CCTV Saat Insiden Penembakan Laskar FPI

Pimpinan PT Jasamarga Tollroad Operator dicecar jaksa terkait adanya gangguan pada CCTV saat peristiwa penembakan Laskar FPI.

Editor: Adi Suhendi
Rizki Sandi Saputra
Sidang lanjutan perkara dugaan pembunuhan di luar hukum alias Unlawful Killing yang menewaskan 6 anggota eks Laskar FPI di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas terdakwa Briptu Fikri Ramadhan dan IPDA M. Yusmin Ohorella, Selasa (16/11/2021). 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa penuntut umum (JPU) melontarkan pertanyaan kepada pimpinan PT Jasamarga Tollroad Operator terkait adanya gangguan pada CCTV di sepanjang ruas jalan tol Jakarta-Cikampek KM 49-KM 72 saat insiden penembakan yang menewaskan 6 anggota eks Laskar FPI.

Pertanyaan itu disampaikan jaksa kepada Direktur Operasional PT Jasamarga Tollroad Operator Yoga Trianggoro dalam persidangan yang digelar di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (16/11/2021).

"Bisa saudara jelaskan bagaimana bentuk pengawasan dan operasional khususnya untuk CCTV?" tanya jaksa dalam persidangan.

"Jadi kami berkontrak dengan vendor kami untuk bisa melakukan pemeliharaan CCTV pemeliharaan rutin maupun perbaikan," jawab Yoga.

Mendengar pernyataan dari Yoga, lantas jaksa kembali menanyakan terkait keberadaan atau lokasi pemasangan dari kamera CCTV tersebut.

Sebagai informasi, dalam persidangan, Yoga mengaku dirinya merupakan pihak yang bertanggung jawab atas segala sarana dan fasilitas yang ada di seluruh ruas jalan tol Jakarta-Cikampek KM 2-KM 72.

"Terkait keberadaan CCTV bisa dijelaskan?" tanya lagi jaksa.

"Untuk keberadaan CCTV kalau di standar pelayanan minimal oleh PUPR saya mendapat perintah untuk memasang dan memelihara CCTV itu sebagai fasilitas tambahan jalan tol. Untuk ruas Japek kita memasang CCTV dari Km 2-72 jumlahnya sekitar 123 CCTV," jelas Yoga.

Baca juga: Sidang Kasus Unlawful Killing Terhadap Laskar FPI, Saksi Pastikan Tak Ada Arahan Lakukan Penangkapan

Lebih lanjut, jaksa kembali menanyakan terkait kondisi kamera CCTV saat kejadian penembakan yang menewaskan 6 anggota eks Laskar FPI.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved