Breaking News:

Australia Umumkan Hibah Senilai Rp 4,7 Miliar untuk Penanganan Pandemi Covid-19

Australia mengumumkan hibah sebesar AUS$ 460.000 atau setara Rp 4,7 miliar untuk penanganan Covid-19.

Editor: Adi Suhendi
AFP Photo/Justin Tallis
Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAAustralia mengumumkan hibah sebesar AUS$ 460.000 atau setara Rp 4,7 miliar sebagai komitmen Australia untuk membangun hubungan antar masyarakat dan kelembagaan yang kuat dengan Indonesia.

Hibah ini disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia, Marise Payne yang mengatakan hibah ini akan memperkuat kerja sama antara kedua negara dalam menangani pandemi Covid-19 sebagai bagian dari komitmen bersama dalam pemulihan wilayah.

“Dengan senang hati saya mengumumkan 13 penerima hibah yang akan berbagi $460.000 dolar Australia melalui program hibah Australia-Indonesia Institute periode 2021-2022,” kata Payne dalam keterangannya, Rabu (17/11/2021).

Beberapa proyek yang berhasil lolos dan mendapatkan hibah ini di antaranya meliputi;

Pertama, pengembangan paket sumber daya pembelajaran online untuk guru Bahasa Indonesia di Australia (Australia Indonesia Connections).

Baca juga: Indonesia Terima Donasi 1,2 Juta Vaksin AstraZeneca dari Pemerintah Australia

Kedua, program pendidikan online kolaboratif untuk dokter anak Australia dan Indonesia dalam upaya peningkatan keberhasilan kesehatan anak (Jaringan Rumah Sakit Anak Sydney).

Ketiga, pengembangan 'Pusat Ketahanan Bisnis Australia-Indonesia' untuk mendorong pemulihan dan adaptasi ekonomi bagi usaha kecil dan menengah dalam merespons bencana (University of Queensland).

Keempat, program pelatihan untuk membangun kapasitas lokal di bidang teknologi energi terbarukan di pulau Sumba (Bapak Tim Frodsham).

Baca juga: Airlangga: Kasus Covid-19 RI Masih Lebih Baik, Dibandingkan Singapura hingga Australia

Kelima, mengembangkan kampanye dan pedoman media sosial seputar kesehatan mental di Australia dan Indonesia di tengah pandemi (University of Sydney).

Keenam, pelatihan pariwisata online untuk tokoh masyarakat Indonesia, termasuk para pengusaha perempuan, dalam rangka meningkatkan keterampilan bisnis digital dan menciptakan kemitraan antara bisnis pangan kawasan pedalaman/ hutan Australia dan Indonesia (University of South Australia).

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved