Breaking News:

Pemilu 2024

Dukungan Kosgoro 1957 kepada Airlangga Hartarto Sebagai Calon Presiden 2024 Tak Bisa Ditawar Lagi

Henry Indraguna menegaskan dukungan Kosgoro 1957 kepada Airlangga Hartarto adalah harga mati alias tak bisa ditawar lagi.

Penulis: chaerul umam
Editor: Dewi Agustina
Istimewa
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong-Royong (Kosgoro) 1957, Henry Indraguna menegaskan dukungan Kosgoro 1957 kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto adalah harga mati alias tak bisa ditawar lagi sebagai Calon Presiden (Capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Bahkan tidak cukup hanya sampai sebagai capres, lebih dari itu seluruh kader Kino pendiri Golkar dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote ini harus siap dan komit memenangkan Airlangga sebagai Presiden 2024-2019.

Pernyataan itu disampaikan Henry Indraguna sesuai pula dengan keputusan Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspinas) I PPK Kosgoro 1957 yang berkomitmen memenangkan Menko Perekonomian itu dalam kontestasi di Pilpres 2024.

"Kader Kosgoro 1957 tak menyangsikan kemampuan Ketum Airlangga dalam menjalankan tugas negara sebagai Menko Bidang Perekonomian, bahkan sebagai Ketua Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) sukses memberikan harapan bagi bangsa dan rakyat Indonesia untuk bisa keluar dari krisis kesehatan dan ekonomi akibat Pandemi Covid-19 ini. Bahkan dunia mengakui, Indonesia berhasil dalam penanganan Covid-19," kata Henry, kepada wartawan, Sabtu (20/11/2021).

Menurut Henry, legacy keberhasilan dengan kerja konkret yang dilakoni Airlangga dalam membantu Presiden Jokowi menjadi bukti sahih bahwa menteri senior di Kabinet Jokowi ini tidak omdo (omong doang) memoles pencitraan demi menaikkan elektabilitas capres.

Baca juga: Gema Ormas MKGR Siap Menangkan Airlangga Hartarto di Pilpres 2024

"Kita sangat tahu dan paham beliau (Airlangga) sangat fokus dalam bekerja menunaikan amanat rakyat yang ditugaskan Presiden. Dia lebih memilih bekerja, bekerja, dan bekerja. Kalau orang Jawa bilang: Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe (lebih memilih bekerja dan bertindak baik tanpa mengharapkan imbalan atau pujian)," ucapnya.

"Dan saya yakin rakyat juga tidak diam, objektif dan menilai siapa sih yang sejatinya bekerja optimal untuk kebaikan masyarakat," lanjut Anggota Dewan Pakar Partai Golkar ini.

Jadi jika pengamat atau lembaga survei selalu mengartikulasikan hasil survei elektabilitas mereka sebagai "dewa" yang merepresentasikan pilihan jamak masyarakat, kata Henry adalah masih sangat prematur untuk saat sekarang.

"Kerja kita para kader Kosgoro 1957 cukup senyap saka, tak perlu dipamer-pamerkan tapi mengena ke sasaran," ujar Henry.

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved