Breaking News:

Virus Corona

Pemerintah Diminta Pertimbangkan Lagi Rencana Akses Tanpa Karantina Bagi WNA Masuk Indonesia

Pemerintah diminta mempertimbangkan kembali soal rencana pembukaan pintu tanpa karantina bagi warga negara asing (WNA), lewat program vaccinated trave

WARTA KOTA/WARTA KOTA/ NUR ICHSAN
TES ANTIGEN - Suasana kesibukan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (3/11/2022). Para pengguna angkutan udara menyambut baik upaya pemerintah yang akan menerapkan persyaratan penerbangan dengan menggunakan Tes Antigen yang akan mulai berlaku pada 5 November mendatang, tapi sayangnya hanya berlaku untuk Pulau Jawa dan Bali saja. WARTA KOTA/ NUR ICHSAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah diminta mempertimbangkan kembali soal rencana pembukaan pintu tanpa karantina bagi warga negara asing (WNA), lewat program vaccinated travel lane (VTL).

Pasalnya pandemi Covid-19 di dunia masih belum sepenuhnya usai. Apalagi dunia masih dihadapkan virus yang berasal dari subvarian Covid-19.

Ketua Nasional Relawan Kesehatan Indonesia, Agung Nugroho meminta pemerintah mempertimbangkan lagi rencana pembebasan WNA masuk Indonesia tanpa karantina

"Namun tetap beresiko untuk kita akan terjadi penularan Covid-19, apalagi kita berhadapan dengan sub varian baru," kata Agung dalam keterangannya, Senin (22/11/2021). 

Ia menjelaskan, capaian vaksinasi Covid-19 di Indonesia terhadap warganya khususnya untuk dosis kedua belum mencapai 50 persen.

Sehingga menurutnya rencana WNA masuk tanpa karantina akan punya risiko besar jika dijalankan.

Baca juga: Singapura Mulai Buka Pintu untuk Wisatawan Asing, WNI Akan Diizinkan Masuk Tanpa Karantina

Belum lagi kata Agung, penegakan syarat dan aturan di Indonesia masih rawan lantaran adanya oknum petugas yang abai aturan demi iming-iming imbalan.

"Jadi meski dibuat aturan seketat apapun dengan perilaku oknum petugas mudah disogok akan menambah besar resiko kita menghadapi rantai penularan" ungkap dia. 

Menurutnya, rencana tersebut ideal jika capaian vaksinasi di Indonesia sudah menyentuh angka 90 persen.

"Nanti kalau capaian vaksinasi di Indonesia sudah mencapai 90 persen baru bisa bebas, itu pun dengan syarat yang ketat mengingat virus corona belum punah," kata Agung. 

"Jangan sampai hanya demi kepentingan geliat ekonomi, lalu kita lengah dan mengorbankan kepentingan kesehatan," pungkasnya.
 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved