Breaking News:

Luhut Pandjaitan Vs Haris Azhar

Tak Gentar, Haris Azhar Akan Ladeni Laporan Luhut di Pengadilan: Saya Siap Beberkan Fakta Bisnis Itu

Haris Azhar mengaku pede menghadapi kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsa

KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D
Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Haris Azhar di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (18/2/2020). (KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Lokataru yang juga aktivis hak asasi manusia, Haris Azhar mengaku pede menghadapi kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Bahkan Haris siap bertempur dengan Luhut di pengadilan untuk meladeni laporan Luhut yang menyinggung tidak ada lagi ruang mediasi untuk penyelesaian kasus ini yang sempat dilontarkan pada pekan lalu.

Haris siap meladeni tantangan Luhut apabila langkah mediasi buntu dan dilimpahkan ke pengadilan.

"Ya kalau ditanya apakah saya siap ke pengadilan, insyaallah kemana pun siap. Saya juga punya data-data soal bisnis itu," kata Haris di Polda Metro Jaya, Senin (22/11/2021).

Haris menegaskan bahwa dirinya tidak asal bicara dalam podcast yang diunggah di YouTube-nya. Ia mengaku memiliki data-data yang diprotes Luhut soal oligarki bisnis di tambang emas Blok Wabu, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

"Saya ngomong bukan berdasar ngelindur atau asal lah. Saya ngomong di YouTube, bikin acara ada rujukan bahannya, lengkap juga dan apa yang dipaparkan itu berdasarkan fakta temen-temen LSM," kata Haris.

Baca juga: Diminta Klarifikasi Terkait Laporan Luhut, Ini yang Dijelaskan Haris Soal Bisnis Tambang Papua

Lebih lanjut lagi, Haris mengaku setelah membuat konten di YouTube bersama Fatia Maulidiyanti ia memiliki dokumen autentik makin bertambah.

"Jadi, kalau mau dibawa ke pengadilan saya malah senang. Karena itu forum resmi saya lebih siap membeberkan data dan fakta soal bisnis itu," imbuh Haris.

Haris siap mengungkapkan semua data kepentingan bisnis tambang emas di Papua karena temuannya diklaimnya valid.

Ia mengatakan bahwa saat ini banyak pihak yang telah muak atas praktik bisnis tambang emas itu karena sangat kental dengan campur tangan pihak penguasa.

"Saya ketemu dengan orang yang sudah muak dengan praktik bisnis yang memang punya korelasi dengan kekuasaan. Makanya saya siap beberkan itu kalau kasus ini dibawa ke pengadilan," tandas Haris.

Haris mengatakan apa yang didiskusikannya di YouTube bersama Fatia merupakan kepentingan publik.

Menurutnya tak ada niat sama sekali mencemarkan nama Luhut karena konteks podcast-nya tak menyinggung personal Luhut.

"Saya dituduh melanggar 310 ayat 1 bahwa ini menghina seseorang enggak ada. Silakan dicari apa di video itu atau di luar itu saya pernah ngomongin fisiknya orang atau kelakuan di sektor privatnya, enggak ada," tutup Haris.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved