Breaking News:

Virus Corona

70 Persen Masyarakat Ingin Mudik Nataru, Polri Ingatkan Lonjakan Kasus Covid-19 Setahun Lalu

Sebanyak 70 persen masyarakat masih ngotot ingin mudik pada libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Dewi Agustina
Tribunnews/Jeprima
Sejumlah penumpang kereta api jarak jauh Fajar Utama YK yang merupakan arus balik Lebaran tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (21/5/2021). Berakhirnya masa larangan mudik yang diberlakukan oleh pemerintah sejak Senin (17/5), Stasiun Pasar Senen mulai ramai didatangi para pemudik yang kembali ke Jakarta. Pantauan Tribunnews di lapangan, penumpang yang melakukan perjalanan maupun penumpang yang tiba di Stasiun Pasar Senen cenderung normal, tidak ada lonjakan. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polri mengungkapkan bahwa 70 persen masyarakat masih ngotot ingin mudik pada libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Korps Bhayangkara pun mengingatkan lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi setahun lalu.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan Indonesia memang sempat memiliki pengalaman lonjakan positif Covid-19 seusai libur Nataru tahun lalu.

Kejadian ini pun diantisipasi agar tak terulang kembali pada tahun ini.

"Jangan sampai kita lengah. Jangan sampai kita juga tidak disiplin prokes. Kalau misalnya kita tidak disiplin prokes kita pengalaman liburan panjang tahun lalu terjadi lonjakan 2 kali lipat untuk angka pertumbuhan Covid. Baik liburan Nataru tahun lalu ataupun liburan setelah perayaan Idul Fitri. Itu lompatannya sangat luar biasa," kata Dedi kepada wartawan, Sabtu (27/11/2021).

Ia menuturkan kekhawatiran peningkatan kasus Covid-19 ini karena Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melakukan survei mengenai tingkat antusiasme masyarakat ingin mudik saat libur Nataru masih berkisar di angka 70 persen.

Baca juga: Polri Bikin Posko Cek Poin di Seluruh Pintu Tol Saat Nataru, Masyarakat Diminta Tunjukan SKM

"Ini sudah kita lakukan riset oleh Menhub, dari hasil survei yang dilakukan Menhub kepada seluruh masyarakat apabila ada larangan untuk atau imbauan untuk mudik. Tanggapan masyarakat berapa persen? Masyarakat 70 persen akan mau mudik, tapi 30 persen memilih untuk tetap di rumah," ujarnya.

Menurutnya, hal ini perlu dicegah karena varian virus Corona yang bermutasi semakin cepat penularannya dibandingkan varian terdahulu.

"Karena varian baru memiliki kecepatan untuk melakukan penyebaran virus ini lebih cepat dari varian yang terdahulu ini. Ini harus perlu diantisipasi kita semuanya," ujarnya.

Polri sebelumnya mengungkapkan telah berencana akan membentuk Posko PPKM level 3 atau Posko Cek Poin selama Operasi Lilin 2021 di seluruh pintu keluar tol hingga perbatasan wilayah yang berlangsung dari 20 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022.

Nantinya, posko cek poin itu bertugas untuk memverifikasi Surat Keluar Masuk atau Surat Keterangan Mudik (SKM) para pengendara yang akan keluar kota.

Pengendara yang tidak bawa SKM diminta untuk swab antigen hingga PCR.

Adapun nantinya akan ada 217 ribu personel gabungan TNI-Polri, Satpol PP, Dishub hingga Satgas Covid-19 yang diterjunkan untuk mengawal pengamanan selama libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved