Breaking News:

Presiden Jokowi: APBN 2022 Harus Mendorong Kebangkitan Ekonomi dan Reformasi Struktural

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, menghadapi ketidakpastian di tahun 2022, maka diperlukan rancangan APBN.

Tangkap Layar Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, menghadapi ketidakpastian di tahun 2022, maka diperlukan rancangan APBN yang responsif dan fleksibel.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2022 di Istana Negara, Jakarta, Senin (29/11/2021).

"Kita harus merancang APBN tahun 2022 yang responsif, antisipatif, dan juga fleksibel, selalu berinovasi dan mengantisipasi berbagai perubahan yang terjadi dengan tetap menjaga tata kelola yang baik," kata Jokowi.

Presiden juga mengatakan, bahwa APBN tahun 2022 memiliki peran sentral.

Sebagai pada Presidensi G20, peran Indonesia harus menunjukkan kemampuan dalam menghadapi perubahan iklim.

Terutama pengurangan dalam emisi dan gerakan perbaikan lingkungan secara berkelanjutan. 

"Kita harus menunjukkan aksi nyata pada green dan sustainbale economy," kata Jokowi.

Baca juga: Presiden Jokowi Minta Tingkatkan Kewasapadaan Terhadap Varian Baru Omicron

Selain itu, Kepala Negata mengatakan, APBN tahun 2022 juga harus mendorong kebangkitan ekonomi nasional dan mendukung reformasi struktural.

Adapun enam fokus kebijakan utama, yakni;

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved