Pejuang Kreatif, Catat 4 Tantangan Ini Kalau Mau Berkembang di Era Digital!

Menjadi Warrior di era digital adalah tentang kegigihan serta semangat untuk terus berusaha meski menghadapi kesulitan, rintangan, bahkan kegagalan.

Shutterstock
Ilustrasi pelaku industri kreatif. 

TRIBUNNEWS.COM - Tidak bisa disangkal, pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal tahun 2020 lalu membawa perubahan yang signifikan terhadap berbagai sektor industri.

Meski aktivitas sehari-hari kini dilakukan dengan cara yang berbeda dari sebelumnya, bukan berarti kamu yang terlibat dalam sektor ekonomi kreatif harus terhenti langkahnya.

Justru, internet jadi starter kit wajib bagi siapa pun. Fakta pun berbicara demikian: Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, sebanyak 78,18% rumah tangga di Indonesia telah menggunakan internet pada 2020. Jumlah itu meningkat 4,43 poin dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebesar 73,75%.

Sebaliknya, ini jadi peluang yang tepat untuk terus mengembangkan diri dengan mengadaptasi teknologi digital yang kian berkembang.

Lantas, apa saja sih tantangannya? Berikut 4 hal yang perlu kamu ketahui.

Tren yang serba cepat

Salah satu tantangan yang dihadirkan oleh era digitalisasi adalah segalanya jadi serba cepat atau fast paced. Maka itu, tren pun makin sering berubah-ubah.

Pernah dengar istilah FOMO atau fear of missing out? Fenomena ini jadi salah satu dampak yang ditimbulkan dari industri yang fast paced.

Dengan perubahan yang serba cepat tersebut, pelaku industri kreatif tentunya nggak boleh berhenti berkreasi dan menghasilkan inovasi sesuai tren yang dinamis. Kalau nggak bisa ngikutin tren, kamu akan “kalah” di tengah persaingan.

Wajib melek digital

Masa pandemi juga membuat orang makin sadar akan pentingnya literasi digital. Semua aktivitas jadi serba daring. Penetrasi internet pun meningkat.

Nah, untuk itu, jika kamu ingin bertahan di tengah adaptasi digital, kamu pun harus bersedia untuk belajar ha;-hal baru; rajin belajar tren-tren digital maupun menggunakan perangkat keras dan lunak. Jadi, jangan pikir dua kali untuk belajar desain atau coding!

Digitalisasi konten bikin persaingan makin ketat

Di era digital ini, persaingan dalam subsektor content pun jadi semakin kompetitif dengan kemunculan jenis content Over-The-Top (OTT).

Nggak bisa dipungkiri, OTT memang sukses menggaet para penikmat konten dengan kemampuannya untuk memberikan pengalaman menonton yang fleksibel serta on-demand, tanpa dibatasi tempat maupun waktu.

Maraknya, konten OTT kerap menghadirkan tantangan bagi mereka yang berkecimpung di industri televisi, sehingga para pelakunya pun perlu menghadirkan inovasi yang segar dan mengeksplor konten-konten baru untuk menggaet perhatian konsumen.

Jaga inklusivitas lewat kolaborasi

Mengingat Indonesia adalah negara yang luas dengan suku, agama, ras, dan bahasa yang begitu beragam, setiap daerah pun melangkah dengan kecepatan yang berbeda-beda.

Di satu sisi, hal ini dapat dipandang sebagai sebuah tantangan. Namun, di sisi lain, sebenarnya kamu bisa memanfaatkan keberagaman ini sebagai peluang untuk berkolaborasi.

Dengan mengusung prinsip inklusivitas serta gotong royong, keunikan yang ada pada berbagai daerah di Indonesia dapat dimanfaatkan oleh para pelaku industri kreatif untuk saling berbagai ide dan sumber daya, demi menghasilkan kreativitas dan inovasi yang berbeda.

Melalui ide-ide serta inovasi teranyar, industri kreatif Indonesia kini telah jadi bagian yang tidak terpisahkan dari sektor ekonomi digital.

Namun, untuk terus dapat bertahan di situasi yang sarat tantangan ini, adaptasi digital serta berbagai inovasi teknologi perlu dilakukan.

Melihat perubahan serta situasi saat ini yang sudah menuju ke arah yang lebih baik, disertai dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat, IdeaFest 2021 persembahan Samara Live merespons pergeseran tren digital tersebut dengan menghadirkan pengalaman festival kreatif yang benar-benar baru.

Diselenggarakan secara hybrid sejak 18 hingga 28 November 2021, IdeaFest 2021 menghadirkan lebih dari 140 tokoh inspiratif dan 60 sesi edukatif dengan topik yang relevan dengan perkembangan industri kreatif saat ini.

Mengangkat tema “The Future of X”, IdeaFest 2021 bukan hanya sekadar wadah pertukaran wawasan dan gagasan kreatif, namun juga ajang untuk merayakan kegigihan, ketekunan, dan semangat pantang menyerah yang direpresentasikan melalui sejumlah tokoh inspiratif yang hadir sebagai pembicara.

Dengan semangat tersebut, Pro Warriors dengan bangga menjadi presenting sponsor untuk IdeaFest 2021.

Sejalan dengan optimisme yang digaungkan IdeaFest, Pro Warriors percaya bahwa masa depan adalah milik mereka yang pantang menyerah.

Untuk dapat beradaptasi dengan industri kreatif yang kian berkembang dan berubah ini, kamu pun perlu jadi pejuang yang tangguh atau para Warrior.

Seorang Warrior adalah mereka yang mampu beradaptasi, menentukan arah, memahami serta menciptakan perubahan agar tetap bertahan meski menghadapi ketidakpastian.

Gudang Garam dan Ideafest
“The Future of X” IdeaFest 2021 x Pro Warriors.

Layaknya para pejuang di program realitas televisi Pro Warriors yang pantang menyerah, kamu yang terus berusaha menaklukan tantangan dengan mendobrak batasan diri layak disebut sebagai Warrior. Para Warrior adalah mereka, para pemenang, yang punya semangat pantang menyerah.

Menjadi Warrior adalah tentang kegigihan serta semangat untuk terus berusaha meski menghadapi kesulitan, rintangan, bahkan kegagalan sambil melalui proses dan perjalanan yang sama pentingnya dengan tujuan dan hasil akhir.  Maka itu, masa depan digenggam oleh kamu yang #NeverQuit.

Admin: Sponsored Content
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved