Breaking News:

Erupsi Gunung Semeru

Menteri SDM Malaysia Ucapkan Bela Sungkawa Atas Bencana Erupsi Gunung Semeru

Menteri SDM Malaysia Saravanan Murugan menyampaikan ucapan bela sungkawa atas bencana erupsi Gunung Semeru.

Editor: Adi Suhendi
Dok Kemnaker
Menteri Ketenagakerjaan Indonesia (Menaker RI) Ida Fauziyah menerima kunjungan kehormatan (Courtesy Call) Menteri sumber daya manusia (SDM) Malaysia, Saravanan Murugan di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan RI, Jakarta Selatan, Selasa (7/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Sumber Daya Manusia (SDM) Malaysia, Saravanan Murugan menyampaikan ucapan bela sungkawa atas bencana erupsi Gunung Semeru yang menimpa Indonesia.

Ungkapannya ini ia sampaikan saat melakukan kunjungan kehormatan (Courtesy Call) ke Kantor Kementerian Ketenagakerjaan RI, Jakarta Selatan, Selasa (7/12/2021).

"Atas nama pemerintah dan rakyat Malaysia, saya mengucapkan turut berbela sungkawa kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas tragedi meletusnya Gunung Semeru, semoga pihak keluarga dapat tabah dan kuat dalam menghadapi cobaan ini. Rakyat Malaysia bersimpati pada rakyat Indonesia,” ujarnya.

Kunjungan kehormatan Menteri SDM Malaysia ke Indonesia untuk menemui Menteri Ketenagakerjaan Indonesia, Ida Fauziyah dan membahas soal penempatan dan perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI).

Pertemuan kedua Menteri juga membahas Memorandum of Understanding (MoU) penempatan PMI sektor domestik ke Malaysia melalui mekanisme satu kanal (One Channel System).

Baca juga: Presiden Jokowi Fokus Tangani Erupsi Semeru, Bagaimana Kabar Reshuffle Kabinet Rabu Pon 8 Desember?

Penyelesaian draft ini akan dikebut, sebelum membuka penempatan PMI ke Malaysia.

Saravanan mengatakan Malaysia akan terus bekerja sama dengan Indonesia untuk memastikan aspek perekrutan dan perlindungan PMI selalu terjamin dan kesejahteraan mereka di Malaysia terlindungi.

"Kami berharap ini pertemuan ini menjadi pertemuan terakhir antara Malaysia dengan Indonesia untuk mencapai kesepakatan sehingga nota kesepahaman dapat ditandatangani paling cepat Januari 2022 nanti," ujarnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved