Kemendagri Gelar Audiensi dengan Ary Ginanjar, Dorong Terwujudnya ASN Ber-AKHLAK

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar audiensi dengan tokoh pembangunan karakter Ary Ginanjar

Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Pelaksana tugas (Plt) Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro saat menggelar audiensi dengan tokoh pembangunan karakter Ary Ginanjar Agustian untuk mendorong terwujudnya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang Ber-AKHLAK, di Kantor Pusat Kemendagri, Selasa (14/12/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar audiensi dengan tokoh pembangunan karakter Ary Ginanjar untuk mendorong terwujudnya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang Ber-AKHLAK.

Ber-AKHLAK merupakan core values (nilai dasar) yang didorong oleh Presiden Joko Widodo pada ASN dengan kepanjangan Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif.

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Suhajar Diantoro dalam sambutan audiensi tersebut menyampaikan, Ber-AKHLAK merupakan dasar untuk membentengi tugas dan fungsi ASN sebagai pelayan masyarakat.

“Gunakan (Ber-AKHLAK) sebagai dasar untuk bekerja di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Jokowi, dalam menempatkan diri kita dalam kolaborasi yang baik,” kata Suhajar di Kantor Pusat Kemendagri, Selasa (14/12/2021).

Suhajar mengingatkan, semangat tersebut, hubungan antara pemerintah dan rakyat harus mengalami perubahan.

Ini ditandai dengan perubahan pola hubungan yang sejajar antara pemerintah dan rakyat.

Dalam artian, Suhajar berharap rakyat dapat bekerja sama menjadi mitra pemerintah.

Baca juga: DPR Belum Terima Hasil Kesepakatan KPU-Kemendagri Soal Jadwal Pemilu

“Sesungguhnya pemimpin itu bukan diangkat tapi ditanam oleh tangan rakyat. Sesungguhnya posisi kita dalam konteks pola relasi hubungan antara pemerintah dengan rakyat itu seperti itu, dalam posisi seperti itulah kita melayani rakyat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ary Ginanjar membeberkan terkait tujuh langkah dalam membentuk ASN yang Ber-AKHLAK.

Di antaranya yaitu, melakukan mapping Ber-AKHLAK; launching dan sosialisasi; internalisasi; memiliki kompetensi membangun budaya kerja; membangun agen perubahan; memanfaatkan teknologi, evaluasi, pengukuran, pemetaan, intervensi; award dan apresiasi.

Ary juga menekankan budaya kerja berintegritas untuk mendukung core values tersebut.

Baca juga: Cara Urus Kartu Keluarga atau Akta Kelahiran yang Hilang, Akses dukcapil.kemendagri.go.id

Menurutnya, integritas lebih penting daripada kercerdasan dan kekuatan, sebagaimana yang ia kutip dari tokoh dunia Warren Buffet, “In looking for people to hire, you look for three qualities: integrity, intelligence, and energy. And if they don’t have the first, the other two will kill you. (Dalam mencari orang untuk dipekerjakan, Anda mencari tiga kualitas: integritas, kecerdasan dan energi. Dan jika mereka tidak memiliki yang pertama, dua lainnya akan membunuhmu)” 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved