Mahfud Ajak Perhimpunan Indonesia-Tionghoa Jadi Garda Terdepan Meningkatkan Kerukunan dan Kepedulian

Mahfud berharap perhimpunan INTI mampu mendorong proses pembauran sosial agar terwujud harmoni kehidupan berbangsa.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Dewi Agustina
tangkap layar
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD saat menyampaikan update terkait Undang-Undang Cipta Kerja melalui sambungan virtual YouTube resmi Kemenkopolhukam, Minggu (5/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengajak Perhimpunan Indonesia-Tionghoa (INTI) untuk menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kerukunan dan kepedulian demi kepentingan bersama sebagai bangsa Indonesia.

Mahfud berharap perhimpunan INTI mampu mendorong proses pembauran sosial agar terwujud harmoni kehidupan berbangsa.

Hal tersebut disampaikan Mahfud dalam amanat yang dibacakan Deputi VI Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Kemenko Polhukam Janedjri M Gaffar pada acara Musyawarah Nasional V Perhimpunan Indonesia-Tionghoa (INTI) di Jakarta pada Minggu (19/12/2021).

"Perhimpunan INTI harus mampu mendorong proses pembauran sosial untuk terwujudnya harmoni dalam kehidupan berbangsa," kata Mahfud dalam keterangan resmi Tim Humas Kemenko Polhukam RI pada Minggu (19/12/2021).

Mahfud menekankan identitas kebangsaan Indonesia tidak pada satu suku, ras, bahasa, atau pun agama tertentu.

Identitas kebangsaan Indonesia, kata dia, adalah pada ide, gagasan, dan cita-cita untuk hidup merdeka dan menghapuskan penjajahan di atas dunia.

Kebhinnekaan, kata Mahfud, adalah realitas manusia, sekaligus realitas sejarah yang tidak dapat diingkari.

Baca juga: Mahfud MD: Yang Berhak Menyatakan Pelanggaran HAM Berat Hanya Komnas HAM

"Sejarah menunjukkan bahwa suatu bangsa akan mengalami perang tidak berkesudahan bahkan kehancuran ketika memaksakan penyeragaman dalam mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Mahfud.

Mahfud juga mengatakan kebhinnekaan yang berisi perbedaan identitas dan pandangan berpotensi berkembang menjadi konflik dan perpecahan jika hubungan harmonis antar-komponen bangsa tidak diwujudkan.

Untuk itu, kata dia, pada tataran praktik implementatif persatuan atas dasar wawasan kebangsaan harus selalu dijaga dan ditingkatkan dengan menjalankan kerukunan dan kepedulian terhadap sesama warga negara dan antar-warga masyarakat.

Praktik kerukunan dan kepedulian tersebut, kata Mahfud, membutuhkan proses pembauran antar-kelompok masyarakat.

Pembauran adalah sikap dan tindakan untuk saling mengenal, berkomunikasi, dan berinteraksi secara sosial dengan warga dan masyarakat lain.

Menurut Mahfud hal tersebut harus dilakukan dengan memberikan ruang dan peran kepada warga dan kelompok lain di setiap bidang kehidupan, baik dalam lingkungan sosial di tempat tinggal, dalam pemerintahan, dalam bidang politik, maupun di bidang ekonomi.

Dengan demikian tidak akan ada eksklusivisme.

"Saya yakin Perhimpunan INTI sebagai ormas mampu menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kerukunan dan kepedulian demi kepentingan bersama sebagai bangsa Indonesia," kata Mahfud.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved