Satgas Anti Mafia Tanah Telah Tangani 244 Kasus Hingga Akhir 2021

Dari total kasus tersebut, 80 kasus masuk ranah pidana, 25 kasus sudah memiliki vonis dan sisanya sedang dalam proses penyelidikan.

Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra
ILUSTRASI: Konferensi Pers Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran bersama Kementerian ATR/BPN mengungkap penangkapan mafia tanah yang dialami Ibunda Dino Patti Djalal, di Polda Metro Jaya, Jumat (19/2/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Satgas Antimafia Tanah yang dibentuk Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sejak 4 tahun lalu hingga pengujung tahun 2021 telah menangani 244 kasus mafia tanah.

Dari total kasus tersebut, 80 kasus masuk ranah pidana, 25 kasus sudah memiliki vonis dan sisanya sedang dalam proses penyelidikan.

Inspektur Jenderal Kementerian ATR/BPN Sunraizal mengatakan target per tahun penanganan mafia tanah sebanyak 61 kasus. Dengan kata lain, Sunraizal menyebut target tersebut terpenuhi.

Baca juga: KPK Tahan Pejabat Kanwil DJP Jabar Alfred Simanjuntak Terkait Kasus Mafia Pajak

"Selama empat tahun ini, Satgas Antimafia Tanah telah menangani 244 kasus. Di mana target per tahun penanganan kasus mafia tanah itu kan sebanyak 61 kasus," kata Inspektur Jenderal Kementerian ATR/BPN Sunraizal dalam refleksi akhir tahun yang disiarkan virtual, Jumat (31/12/2021).

Ia menjelaskan pada tahun 2022, Kementerian ATR/BPN masih terus menindaklanjuti laporan terkait dugaan kasus praktik mafia tanah.

Laporan kasus mafia tanah sudah diterima pihaknya. Tinggal dilakukan tindak lanjut atas laporan masyarakat tersebut.

"Di tahun depan kami akan tuntaskan lagi kasus dugaan praktik mafia tanah. Laporannya sudah masuk, dan tinggal kami akan bahas kasus mana yang akan diprioritaskan lebih dulu, terutama kasus-kasus yang menyangkut dampak besar," jelas dia.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved