Asteroid Berukuran 8 Kali Tugu Monas akan Melintas Dekat Bumi, Apakah Berbahaya?

LAPAN menginfokan, akan ada asteroid berukuran raksasa yang akan melintas dekat dengan Bumi. Apakah berbahaya?

Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Tiara Shelavie
(Sormano Astronomical Observatory)
Gambar asteroid (7482) 1994 PC1 yang diambil saat melintasi Bumi di tahun 1997 LAPAN menginfokan, akan ada asteroid berukuran raksasa yang akan melintas dekat dengan Bumi. Apakah berbahaya? 

TRIBUNNEWS.COM - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menginformasikan, akan ada asteroid berukuran raksasa yang akan melintas dekat dengan Bumi.

Asteroid ini bernama 7482 (1994 PC1).

Asteroid ini diamati pertama kali pada awal Agustus 1994 dan berukuran 1052 meter atau delapan kali tugu Monas.

Gambar asteroid (7482) 1994 PC1 yang diambil saat melintasi Bumi di tahun 1997
Gambar asteroid (7482) 1994 PC1 yang diambil saat melintasi Bumi di tahun 1997 ((Sormano Astronomical Observatory))

Baca juga: Apa Itu Moon Phase? Fenomena Astronomi saat Sudut Matahari, Bumi, dan Bulan Berubah

Asteroid ini mengorbit Matahari selama 572 hari dengan kemiringan orbit 33,5° dan kelonjongan orbit 0,33 (1,65 kali kelonjongan orbit Merkurius).

Dalam 27 tahun terakhir, asteroid ini melintas dekat Bumi sebanyak lima kali dengan jarak terdekatnya dicapai pada tanggal 21 Januari 1997 (12 Ramadan 1417 H) pukul 06.58 UT dengan jarak 9.742.000 km dari Bumi.

Asteroid ini akan kembali melintas dekat Bumi dengan jarak 1.982.000 km pada tanggal 19 Januari 2022 pukul 04.51 WIB.

Asteroid ini cukup redup dan ukuran sudutnya hanya 1 detik busur sehingga hanya dapat terdeteksi melalui teleskop.

Asteroid ini termasuk kategori asteroid keluarga Apollo, karena jarak rata²nya lebih besar dari jarak rata² Bumi ke Matahari (149,6 juta km) akan tetapi jarak terdekatnya lebih kecil dari jarak terjauh Bumi ke Matahari (152,1 juta km).

Apakah Mengancam Kehidupan di Bumi?

Asteroid ini juga termasuk kategori berpotensi berbahaya karena selain jarak perpotongan orbit minimumnya lebih kecil dari 7,5 juta kilometer atau seperduapuluh satuan astronomi (yakni sebesar 82.200 km), ukurannya lebih besar dari 300 meter dengan kecerlangan mutlaknya +16,56 dan albedo (rasio intensitas cahaya yang diterima dan dipantulkan kembali) sebesar 0,277.

Meskipun demikian, jarak terdekat asteroid 7482 (1994 PC1) masih lebih besar dari Batas Roche sistem Komet-Matahari (1.238.000 km) dan sistem Bumi-Matahari (556.400 km).

Batas Roche adalah jarak kritis suatu benda dapat mempertahankan bentuknya karena gaya gravitasi yang dialami benda tersebut sama dengan gaya pasang surut atau gaya kuncian (tidal force) yang diberikan oleh benda induknya, yakni Bumi.

Jika benda berjarak sama dengan batas Roche, maka benda tersebut akan hancur berkeping-keping dan menjadi cincin di sekitar Bumi.

Jika benda berjarak lebih kecil dari Batas Roche, benda tidak akan hancur dan berkemungkinan akan jatuh ke Bumi.

Karena jarak asteroid ini lebih besar dari Batas Roche, maka asteroid ini hanya akan melintas dekat Bumi secara aman.

Sehingga tidak perlu dikhawatirkan, karena tidak akan mengancam kehidupan di Bumi.

(Tribunnews.com/Widya)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved