Bursa Capres
Jokowi Akan Beri Masukan kepada Megawati Terkait Capres
calon presiden yang akan diusung PDIP harus memiliki napas pembangunan yang sama dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkapkan, bahwa calon presiden yang akan diusung PDIP harus memiliki napas pembangunan yang sama dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Maka, kata Hasto, Presiden Jokowi memberikan masukan kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam memilih calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusung, mendatang.
Hal itu disampaikan Hasto dalam konferensi pers peringatan HUT Ke-49 PDIP melalui virtual, Senin (10/1/2022).
"Kita ingin ada kesinambungan dengan pemerintah Pak Jokowi. Sehingga Pak Jokowi memberikan masukan-masukan kepada Ibu Ketum (Megawati Soekarnoputri) agar arah ke depan pemerintahan ini senapas," kata Hasto.
Lebih lanjut, Hasto mengatakan, Presiden yang akan meneruskan Jokowi harus senapas dalam pembangunan infrastruktur, revolusi mental, hingga kebijakan yang tengah berjalan.
Termasuk, soal rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur.
Baca juga: Hasto Kristiyanto Sebut Tak Hanya Elektoral, Sosok Capres PDI harus Penuhi Berbagai Syarat Ini
"Maka presiden yang akan datang harus dalam satu napas itu. Tidak bisa presiden ke depan punya orientasi yang berbeda memindahkan ibu kota di suatu tempat antah berantah itu enggak bisa. Harus senapas," ujar Hasto.
Hasto pun menegaskan, bahwa keputusan soal Pilpres tetap ada di tangan Megawati.
Dalam proses tersebut, Megawati melakukan dialog dan merenung, dengan melihat tantangan bangsa ke depan.
"Maka kalau Bu Mega sudah mengambil keputusan itu biasanya fiks, enggak berubah-ubah, enggak mudah goyang," ucapnya.
"Sehingga untuk utusan Pilpres kami diingatkan untuk tidak grusa grusu terkait dengan calon. Karena semuanya ada tahapannya," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/jokowi-dan-megawati-soekarnoputri.jpg)