DPR Setuju Penjualan 2 KRI, Prabowo Pastikan Indonesia Tak akan Kekurangan Kapal Perang

Prabowo menyampaikan kepada Presiden Jokowi bahwa dalam waktu 2 tahun, Indonesia akan memiliki 50 kapal perang yang siap tempur.

Penulis: chaerul umam
Editor: Dewi Agustina
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Ilustrasi kapal Perang TNI: Taruna dan Taruni Akademi TNI tingkat satu mengunjungi alat utama sistem persenjataan (alutsista) kapal perang TNI Angkatan Laut di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, Rabu (5/1/2022). Ada dua kapal yang bersandar di demarga 2 untuk diperkenalkan kepada para Taruna dan Taruni Akademi TNI pada kegiatan Bhinneka Eka Bhakti Tahun 2022 Taruna Akadeni TNI Tingkat Di Komando Armada II. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Komandan KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR) 332, Kolonel Laut (P) Sumarji Bimoaji. Selain mengunjungi KRI I Gusti Ngurah Rai 332 dan KRI Surabaya 591 para Taruna dan Taruni juga akan mengunjungi satuan TNI lainnya yakni Kopassus TNI AD, TNI AL Lanal Semarang dan TNI AU Lanud Adisucipto Yogyakarta. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memastikan Indonesia tak akan kekurangan kapal perang setelah DPR menyetujui penjualan KRI Teluk Mandar 514 dan KRI Teluk Penyu 513. Kedua kapal ini dijual karena dianggap sudah tak layak digunakan.

Prabowo mengatakan ia sudah menyampaikan kepada Presiden Jokowi bahwa dalam waktu 2 tahun, Indonesia akan memiliki 50 kapal perang yang siap tempur.

"Saya telah laporkan ke Presiden, kabinet, bahwa dalam 24 bulan kita akan punya mungkin sampai dengan 50 kapal perang yang siap tempur," kata Prabowo dalam rapat dengan komisi I DPR, Kamis (27/1/2022).

"Insya Allah dalam waktu yang bisa kelihatan, bahwa TNI akan menjadi sangat kuat di Asia Tenggara. Angkatan Laut kita akan kembali jaya di samudera," kata Prabowo.

Prabowo memang terlihat serius membenahi sistem pertahanan negara.

Selama hampir 3 tahun jadi Menhan, ia berhasil menghidupkan kembali industri pertahanan Indonesia.

Baca juga: Menhan Prabowo Jelaskan Alasan Penjualan 2 Kapal Eks KRI kepada DPR

Prabowo pun mengucapkan terima kasih kepada Jokowi yang telah mengalokasikan anggaran terbesar di Kemhan.

"Kemudian kami juga ingin menyampaikan, di sini suatu kenyataan bahwa Presiden Republik Indonesia Pak Joko Widodo telah menyetujui dan mendukung alokasi anggaran yang terbesar, mungkin dalam 40 tahun bahkan mungkin selama sejarah Republik Indonesia kalau dikaji dengan teliti," kata dia.

Prabowo menuturkan, sudah menjadi prosedur bahwa aset-aset alutsista jangan sampai berusia tua.

Sementara itu, KRI Teluk Penyu dan KRI Teluk Mandar saat ini sudah berusia 43 tahun. Menurutnya, penjualan aset-aset yang sudah uzur semacam itu merupakan hal yang alamiah.

Baca juga: Prabowo Subianto Hadiri Raker dengan Komisi I DPR RI, Bahas Penjualan 2 Kapal Eks KRI 

Prabowo mengatakan, kapal-kapal yang bisa dirawat tentu akan dioperasikan.

Namun, kapal-kapal yang tak memungkinkan buat dipelihara, tidak bisa diperbaiki, dilaporkan apa adanya.

Menurutnya, mengganti kapal yang sudah usang dengan kapal anyar justru baik untuk penguatan TNI.

"Kami sudah siapkan penggantinya. Tadi KSAL sudah katakan, yang dihapus atau yang akan kita, katakanlah, keluarkan dari daftar aktif, dilelang dan sebagainya, sudah ada penggantinya," jelas Prabowo.

"Insya Allah kami perkuat. Komisi I mendukung, Presiden apalagi, memberi perhatian besar. Dalam beberapa bulan ke depan saya kira kita akan merasa lebih bangga memiliki TNI yang tangguh dan Angkatan Laut kita jaya kembali di lautan kita," ungkap Ketua Umum Gerindra itu.(tribun network/mam/dod)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved