Virus Corona

Dengan Vaksinasi & Prokes Ketat Jokowi Yakin Indonesia Bisa Segera Pulih dari Pandemi Covid-19

Jokowi meminta pemberian vaksinasi, terutama dosis ketiga atau booster digencarkan di daerah-daerah padat seperti pasar dan pertokoan.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Dewi Agustina
Tribunnews/HO/Biro Pers Setpres/Lukas
Jokowi mengatakan vaksinasi juga harus dipadukan dengan penerapan protokol kesehatan di masyarakat. Dia yakin dua hal itu bisa segera memulihkan Indonesia dari pandemi. Foto Presiden Joko Widodo saat menerima kunjungan para seniman dan budayawan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (10/2/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta jajarannya mempercepat pemberian vaksin virus corona (Covid-19) kepada masyarakat.

Menurut Jokowi, vaksinasi menjadi salah satu kunci menurunkan status pandemi Covid-19 menjadi endemi.

Jokowi mengatakan vaksinasi juga harus dipadukan dengan penerapan protokol kesehatan di masyarakat. Dia yakin dua hal itu bisa segera memulihkan Indonesia dari pandemi.

"Saya rasa kalau dua hal ini bisa kita tingkatkan secara masif di masyarakat, Insyaallah negara kita akan segera masuk ke dari pandemi ke endemi," kata Jokowi saat meninjau progres vaksinasi di seluruh daerah secara virtual, disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (18/2/2022).

Jokowi menyebut kasus kematian pasien Covid-19 varian Omicron saat ini didominasi orang-orang yang belum menerima vaksin.

Oleh karena itu, ia memerintahkan anak buahnya untuk mengajak masyarakat ikut vaksinasi.

"Jadi, varian Omicron ini bisa kita kendalikan kalau dua hal penting ini kita lakukan, yang pertama percepatan vaksinasi, yang kedua protokol kesehatan. Hanya itu saja sudah," tutur Jokowi.

Pada saat yang sama Jokowi meminta pemberian vaksinasi, terutama dosis ketiga atau booster digencarkan di daerah-daerah padat seperti pasar dan pertokoan.

"Yang booster dikonsentrasikan saja di tempat-tempat yang interaksi masyarakat tinggi. Yang paling penting yang bisa disampaikan ke masyarakat," kata Jokowi.

"Mungkin di pasar atau di pertokoan yang interaksinya antar-masyarakat tinggi," ujarnya menambahkan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kata Jokowi, mayoritas warga yang meninggal selama penyebaran varian Omicron berasal dari tiga kelompok.

Pertama mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, kedua warga lanjut usia, dan ketiga warga yang belum menerima vaksinasi lengkap ataupun baru menerima satu dosis vaksin.

"Tidak ada yang sudah divaksin, rata-rata juga hanya terkena tapi kondisinya tanpa gejala atau ringan," ujarnya.

Karena itu Jokowi meminta vaksinasi diprioritaskan bagi lansia.

Ia mengatakan vaksinasi lansia di beberapa daerah masih di bawah 60 persen. Padahal, lansia mendominasi kasus kematian pasien Covid-19 varian Omicron.

Baca juga: Bertemu Pimpinan ADB di Istana Bogor, Jokowi Sampaikan Kondisi Covid-19 di Indonesia

"Agar didahulukan yang lansia. Penting sekali karena dari data terakhir yang saya terima 69 persen yang meninggal karena Omicron adalah lansia," ungkap Jokowi.

Mantan wali Kota Solo itu juga meminta aparat TNI/Polri membantu pelaksanaan program vaksinasi di daerah-daerah, khususnya daerah yang belum juga mencapai target vaksinasi nasional bulan ini.

Jokowi tak lupa mengucapkan terima kasih kepada jajarannya yang telah bekerja keras memberikan vaksin Covid-19 seluruh rakyat hingga saat ini.

Dia meminta semua elemen pemerintah terus bekerja keras menanggulangi pandemi Covid-19.

Sebelumnya, pemerintah telah melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap 189,3 juta orang.

Sebanyak 139,1 juta orang di antaranya telah mendapat dua dosis vaksin.

Sementara penerima tiga dosis vaksin baru mencapai 8 juta orang.

Indonesia sendiri mengalami lonjakan kasus Covid-19 sejak varian Omicron ditemukan di Jakarta pada 16 Desember 2021.

Kasus aktif Covid-19 mencapai 469.868 kasus pada Kamis (17/2/2022).

Penambahan kasus harian pun terus meningkat.

Pada Kamis (17/2/2022) lalu jumlah kasus baru dalam sehari mencapai 63.956 kasus.

Lonjakan kasus juga dibarengi peningkatan jumlah kematian pasien Covid-19.

Sebanyak 206 orang meninggal dunia kemarin.

Total kematian pasien Covid-19 di Indonesia sejak pandemi melanda menembus angka 145.828 orang.(tribun network/fik/rin/dod)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved