Virus Corona

Dorong Vaksinasi Covid-19 di Brebes, BKKBN Kerahkan 5.900 Personel Tim Pendamping Keluarga

BKKBN memprioritaskan lansia sebagai sasaran dari vaksinasi booster yang didistribusikan.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Dewi Agustina
Tribunnews.com/Gita Irawan
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo bersama warga saat menghadiri Sosialisasi Advokasi KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja sekaligus vaksinasi covid-19 di Balai Desa Bulakelor Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes pada Jumat (25/2/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan BKKBN telah mengerahkan 5.900 personel Tim Pendamping Keluarga untuk mendorong vaksinasi di Kabupaten Brebes Jawa Tengah.

Hasto mengatakan pengerahan personel Tim Pendamping Keluarga yang berasal dari bidan, kader KB, dan ibu-ibu PKK tersebut dilakukan untuk mempermudah pelacakan warga yang belum divaksin.

Hal tersebut, kata Hasto, mengingat saat ini warga di daerah yang telah divaksin sudah sangat banyak sehingga lebih sulit menemukan warga yang belum pernah divaksin.

Hasto menyampaikan hal itu usai menghadiri Sosialisasi Advokasi KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja sekaligus vaksinasi covid-19 di Balai Desa Bulakelor Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes pada Jumat (25/2/2022).

"Target kami tim pendamping keluarga yang 5.900 orang ini mencermati di masing-masing desa siapa yang belum divaksin dan melaporkan kepada kami, Dinkes, Bupati, setelah itu baru kita kerjakan," kata Hasto di lokasi.

Baca juga: UPDATE Capaian Vaksinasi Covid: Dosis Pertama 91%, Dosis Kedua 68%

Selain itu, kata dia, pihaknya juga mendukung distribusi vaksin booster di Kabupaten Brebes.

Hasto mengatakan BKKBN memprioritaskan lansia sebagai sasaran dari vaksinasi booster yang didistribusikan.

"Kita kejar supaya vaksinasi booster ini bisa dicapai. Saya kira lansia jadi sasaran utama untuk mengurangi angka kematian dari kelompok lansia," kata dia.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut Hasto juga menyampaikan kepada warga bahwa vaksin booster sudah bisa didapatkan dalam jangka waktu tiga bulan setelah vaksin dosis kedua diterima.

Hasto juga sempat berbincang dengan warga lansia terkait dengan efek samping vaksinasi yang dirasakan.

Warga lansia berusia 80 tersebut menyampaikan bahwa tidak ada efek samping vaksinasi yang berarti yang dirasakannya.

Oleh karena itu ia mau menjalani vaksinasi kedua.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved