Pemilu 2024

Budiman Sudjatmiko Usul Eks Presiden Jadi Wantimpres, Pengamat Ungkap Kesulitan Perbedaan Ideologi

Qodari membeberkan kalau Wantimpres tidak selamanya mudah dalam mengawal program-program Presiden mesti jabatan itu diemban oleh mantan Presiden juga.

Tangkap Layar YouTube/Najwa Shihab
Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, mengenakan kaus bergambar Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto saat hadir dalam program Mata Najwa, Kamis (18/3/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik sekaligus pendiri Indo Barometer M Qodari, turut menyoroti usulan dari seorang mantan anggota DPR RI yakni Budiman Sudjatmiko yang menyatakan kalau seharusnya mantan Presiden mendatang harus menduduki jabatan di Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Menyikapi hal itu, Qodari membeberkan kalau Wantimpres tidak selamanya mudah dalam mengawal program-program Presiden mesti jabatan itu diemban oleh mantan Presiden juga.

"Lagian kalau mantan Presiden menjadi Wantimpres apa bisa memaksa atau mengawal bahwa program-program nya itu diteruskan oleh presiden terpilih, sulit ya," kata Qodari kepada Tribunnews.com, Rabu (2/3/2022).

Hal itu didasari kata Qodari, karena kemungkinan adanya perbedaan ideologi antara mantan presiden dengan presiden yang akan menjabat.

Perbedaan itulah yang menurut dia akan menjadi sulit bagi Wantimpres nantinya dalam memberikan pengawalan terhadap Presiden mendatang.

"Mungkin punya perbedaan kepribadian, punya perbedaan cara berpikir, punya perbedaan prioritas apalagi kalau datangnya dari kubu yang berbeda, datang dari posisi ideologis yang berbeda tentu akan beda kebijakannya dan pekerjaan-pekerjaan yang sudah berjalan itu ya bisa jadi ya tidak dilanjutkan," ucap Qodari.

Baca juga: Bukan Penundaan Pemilu, Politikus PDIP Usul Mantan Presiden Duduki Jabatan di Wantimpres

Atas hal itu, pria yang juga merupakan bagian dari Relawan Jokpro 2024 itu memberikan solusinya agar sejatinya memberikan kesempatan untuk Presiden memimpin negara selama 15 tahun atau 3 periode.

Usulan itu kata dia untuk memberikan kesempatan kepada pemimpin negara dalam hal ini Presiden untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya kepada masyarakat.

"Solusinya bukan menjadikan mantan presiden menjadi Wantimpres tapi dengan memberikan kesempatan seorang presiden itu 15 tahun kalau memang masih dipercaya oleh masyarakat ya artinya programnya udah benar dan dikasih kesempatan untuk menuntaskan kepada masyarakat dengan cara apa? Dipilih untuk periode ketiga begitu menurut saya," tukas dia.

Sebelumnya, Politikus Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P) Budiman Sudjatmiko turut menyoroti soal munculnya wacana penundaan Pemilihan Umum yang sedianya digelar pada 2024 mendatang.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved