Riset Nafas, Kualitas Udara Lebih Baik Saat Hujan Disertai Angin Kencang
Hujan dan angin kencang menghasilkan udara bagus. Namun setelah hujan dan angin berhenti, status kualitas udara kembali seperti semula.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kualitas udara paling baik di Jabotabek terjadi pada jam 14.00.
Kualitas udara semakin membaik ketika terjadi hujan besar yang disertai angin kencang hingga ekstrim.
Hal ini diungkapkan oleh Data Scientist dari Nafas Prabu Setyaji dalam Media Briefing bertajuk “Nafas Air Quality Report 2021” yang diselenggarakan Nafas, Bicara Udara dan Katadata Insight Center.
Lebih lanjut, Co-founder & Chief Growth Officer Nafas, Piotr Jakubowski menyebutkan jika kualitas udara dipengaruhi oleh pergantian musim yaitu kemarau dan hujan.
Baca juga: Penanaman Pohon Tak Berpengaruh, Kualitas Udara Jabodetabek Pada 2021 Dinilai Belum Membaik
Di sisi lain, saat angin tiba, kualitas udara meningkat lebih baik ketimbang hujan. Piotr menyebutkan saat hujan hanya terjadi kenaikan kualitas udara 8,71 persen.
Sedangkan saat angin muncul, kualitas udara meningkat menjadi 66 persen bisa terjadi. Prabu menyebutkan ada tiga fakta yang ditemukan oleh Nafas.
Pertama hujan dan angin kencang menghasilkan udara bagus. Ada satu momen udara cukup deras, dan angin kencang hingga terjadi badai. Hasilnya, terjadi penurunan secara signifikan PM 2,5.
Status yang tadinya bewarna kuning menjadi hijau. Namun setelah hujan dan angin berhenti, status kualitas udara kembali seperti semula.
Fakta dua, angin kencang tanpa hujan. Namun udara tetap bagus. Walau tidak ada hujan, 66 persen angin bisa membersihkan polusi PM 2,5.
"Itu terbukti, Desember 2021, angin kencang tidak ada hujan, kualitas udara pun beralih dari kuning ke hijau," ungkap Prabu secara virtual, Rabu (2/3/2022).
Fakta ketiga saat hujan tanpa angin, kualitas udara tidak begitu bagus. Penurunan tidak signifikan pada November walau hujan 2020 cukup deras. Ini dikarenakan tidak ada angin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kualitas-udara-di-palembang-telah-mencapai-titik-berbahaya_20191014_194605.jpg)