Musim Pancaroba, BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Angin Kencang - Hujan Lebat Durasi Singkat

Dwikorita Karnawati menyebut sebagian besar zona musim (ZOM) di wilayah Indonesia saat ini masuk pancaroba.

Warta Kota/Henry Lopulalan
Pejalan dengan mengunakan payung menembus derasnya hujan yang menguyur di Jalan Sudirman, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (15/3/2022). Cuaca extrem dengan Hujan deras dibarengi angin kencang kerap terjadi pada hari-hari terakhir ini. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menyebut sebagian besar zona musim (ZOM) di wilayah Indonesia saat ini masuk pancaroba.

Pancaroba merupakan musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

“Saat ini kita memasuki musim pancaroba,” kata Dwikorita dalam konferensi pers virtual, Jumat (18/3/2022).

Ia menjelaskan di masa peralihan musim seperti ini, perlu diwaspadai potensi angin kencang, hujan lebat dalam durasi singkat dan disertai kilat.

"Nah ini merupakan transisi dari musim hujan dan kemarau sering diwarnai dengan kejadian angin kencang dan masih ada hujan lebat yang dalam durasi relatif singkat dapat disertai kilat petir. Jadi, itulah yang perlu kami rekomendasikan untuk diwaspadai," terang dia.

Sementara untuk awal musim kemarau, BMKG memprakirakan akan dimulai rentang bulan April - Juni 2022.

Berdasarkan catatan BMKG, dari 432 zona musim di Indonesia, sebanyak 29,8 persen diprediksi akan mengawali musim kemarau pada bulan April, yakni wilayah Nusa Tenggara, Bali dan sebagian Jawa.

Baca juga: BMKG Prediksi Awal Musim Kemarau di Indonesia Terjadi Rentang April-Juni 2022

Kemudian sebanyak 22,8 persen dari 432 zona wilayah di Indonesia akan masuk musim kemarau pada Mei meliputi meliputi sebagian Bali, Jawa, sebagian Sumatera, sebagian Kalimantan, Maluku dan sebagian Papua. Sisanya yakni 23,7 persen wilayah akan memasuki musim kemarau pada Juni 2022.

Jika dibanding terhadap rerata klimatologis awal musim kemarau mulai tahun 1991-2020, BMKG menyatakan awal musim kemarau tahun 2022 diprakirakan mundur pada 163 zona musim atau 47,7 persen lebih lambat dari normal. Sedangkan 26,3 persen memasuki musim kemarau sama seperti normal.

Kemudian pada bulan Agustus, sebanyak 52,9 persen atau 181 dari total 432 zona musim di Indonesia akan memasuki puncak kemarau. Sementara 19,9 persen atau 68 wilayah memasuki puncak musim kemarau lebih awal pada Juli 2022.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved