Masa Jabatan Presiden

Megawati Disebut Perintahkan Kader PDIP Tak Perlu Komentar Soal Isu Penundaan Pemilu 2024

Bambang Wuryanto, mengungkap perintah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri soal isu penundaan Pemilu 2024.

Penulis: Reza Deni
Editor: Adi Suhendi
Ist
Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDI Perjuangan, Bambang Wuryanto, mengungkap perintah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri soal isu penundaan Pemilu 2024.

Bambang Pacul, sapaan karibnya, mengatakan bahwa hal itu sudah masuk tataran ketua umum partai.

"Maka ibu (Megawati) perintahkan kepada kita para jajaran PDIP bahwa itu sudahlah soal itu di tangan ibu ketua umum dan sekjen," kata Bambang di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (21/3/2022).

Karena itulah, Ketua Komisi III DPR RI itu mengatakan bahwa Megawati tidak ingin kadernya berkomentar soal isu tersebut.

"Karena tentu mungkin landasan pikirnya jauh ada tidak mungkin kelasnya saya pembantu begini paham enggak. Kalau saya, proses pemenangan pemilunya saja. kebijakannya tidak," katanya.

Baca juga: Megawati: Kader PDIP Harus Kerja Keras, Jangan Berhenti di Zona Nyaman

Diketahui, isu penundaan Pemilu 2024 pertama kali dimunculkan oleh Ketua Umum PKB sekaligus Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar.

Tak lama setelah itu, Ketum PAN Zulkifli Hasan mendukung wacana tersebut, disusul Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Baca juga: Fraksi PDIP Bantah Anggapan Megawati Sudutkan Emak-emak yang Antre Minyak Goreng

Isu ini santer berembus dari lingkaran istana, dan terkonfirmasi ketika Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa ada 110 juta orang Indonesia, melalui big data, ingin agar Presiden Jokowi kembali menjabat Presiden.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved