PMI Fokus Tanggulangi Pandemi Covid-19 Setelah Resmi Tutup Operasi di 3 Daerah

Ginandjar Kartasasmita mengatakan kedepannya PMI akan memfokuskan diri pada penanganan pandemi Covid-19.

Ist
Palang Merah Indonesia (PMI) menutup operasi PMI pada penanganan bencana Gempa NTB, Gempa & Likuifaksi Sulteng dan Gempa-Tsunami Selat Sunda pada Senin (21/3/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Palang Merah Indonesia (PMI) resmi menutup operasi PMI pada penanganan bencana di 3 daerah, yakni Gempa NTB, Gempa & Likuifaksi Sulteng dan Gempa-Tsunami Selat Sunda pada Senin (21/3/2022).

Wakil Ketua Umum PMI, Ginandjar Kartasasmita mengatakan kedepannya PMI akan memfokuskan diri pada penanganan pandemi Covid-19.

"Kalo dari segi bencana, kita akan memfokuskan ke pandemi, disamping fokus juga di bencana lainnya seperti banjir, longsor dan sebagainya," kata Ginandjar saat konferensi pers di Markas Pusat PMI Jakarta.

Semua sumber daya yang ada pada PMI, baik di pusat dan daerah juga kan difokuskan pada penanganan pandemi, begitu pula kerja sama internasional.

Penanganan ini misalnya terkait vaksinasi, testing, dan bagaimana memberikan edukasi pada masyarakat mengantarkan pandemi menjadi endemi di Indonesia.

"Yang kita fokuskan sekarang adalah membantu pemerintah mempercepat vaksinasi. Kita dulu punya target 2 juta vaksin, Alhamdulillah progressnya baik. Sudah lebih dari separuh. Sekarang kita akan terus mengejar target vaksinasi," kata Sekjen PMI Sudirman Said.

"Terutama di tempat-tempat yang sulit terjangkau, seperti di luar Jawa, di wilayah timur. Intinya kita menjadi pelengkap apa yang telah dilakukan pemerintah," lanjutnya.

Baca juga: PMI Tutup Operasi Penanggulangan Bencana di 3 Daerah

Terkait donor darah, Sudirman Said memastikan tidak ada masalah yang berarti.

Meskipun diawal pandemi, stok darah di PMI sempat mengalami penurunan.

Namun seiring berjalannya waktu, stok darah di PMI sudah kembali normal karena masyarakat sudah tidak terlalu khawatir berdonor.

"Donor darah sendiri tidak ada persoalan. Dulu saat awal Covid-19 memang sempat mengalami penurunan pasokan. Tapi sekarang kita dan masyarakat mulai terbiasa berdonor," ujarnya.

"Sekarang malah sedang mengintegrasikan sistem donor darah nasional. Jadi kita bisa memonitor stok darah dimana pun," kata Sudirman.
 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved