Breaking News:

Pemilu 2024

Jangan Sampai Polarisasi Terjadi Lagi di Pemilu 2024

Relawan Prabowo berharap tidak terjadi polarisasi saat pelaksanaan pemilu tahun 2024 mendatang.

Tribun Jogja/Suluh Pamungkas.
Ilustrasi Pemilu. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Relawan Prabowo berharap tidak terjadi polarisasi saat pelaksanaan pemilu tahun 2024 mendatang.

Sekretaris Presidium Nasional Poros Prabowo-Puan, Dhachri Oskandar mengaku sangat prihatin dengan kondisi bangsa saat ini karena banyak terjadi gesekan antar kelompok masyarakat yang berbeda pandangan politik akibat polarisasi politik yang terbentuk.

Salah satu yang heboh atau viral di publik saat ini adalah kasus pemukulan Ade Armando saat demo mahasiswa yang dilakukan oleh pihak yg tidak bertanggungjawab. 

"Polarisasi yang terjadi saat ini jangan sampai terjadi lagi di pemilu 2024 mendatang. Kalau terjadi pertarungan Ganjar-Anies saat pilpres 2024 mendatang saya yakin akan terbentuk polarisasi yang semakin tajam lagi di masyarakat kita , cebong kadrun akan berulang lagi dan itu bisa berakibat buruk bagi bangsa ini," kata Dhachri dalam pernyataannya yang diterima Tribun, Minggu(17/4/2022).

Baca juga: Alasan DPW PPP DKI Jakarta Dukung Anies - Khofifah di Pemilu 2024

Prabowo Subianto lanjutnya adalah jalan tengah untuk menghentikan polarisasi yang terjadi selama ini.

"Kenapa saya katakan jalan tengah ? Karena beliau telah membuktikan dengan masuk ke dalam kabinet Pak Jokowi untuk kepentingan bangsa guna meredam polarisasi cebong kadrun yang populis saat itu," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Presidium Nasional Poros Prabowo-Puan, Andianto menyebut Prabowo adalah tokoh yang bisa merangkul atau mewakili semua golongan masyarakat yang terpolarisasi tadi.

"Kita bangsa ini telah bersepakat melalui UU Nomor10 Tahun 2008 bahwa akan memenuhi keterlibatan perempuan dalam dunia politik dengan kuota 30 persen.
Tokoh perempuan di dunia politik sangat diperlukan untuk membangun kultur pengambilan kebijakan publik yang ramah dan sensitif pada kepentingan perempuan di Indonesia," kata Andianto.

Kehadiran tokoh perempuan kata Andi di politik nasional akan sangat penting sebagai pengaruh terhadap isu kebijakan terkait kesetaraan gender dan merespon masalah utama yang dihadapi oleh perempuan.

Baca juga: PPP Gelar Rapimnas II, Bahas Persiapan Pemilu Hingga Capres 2024

Puan Maharani kata dia adalah tokoh perempuan nasional yang kita miliki saat ini untuk mewujudkan pentingnya peningkatan partisipasi perempuan supaya pengambilan keputusan politik yang lebih akomodatif dan substansial, dan beliau sudah mempunyai kemampuan yang mumpuni dengan pengalaman yang dia miliki.

"Upaya dan komitmen kuat dari pemerintah dan semua unsur bangsa termasuk media dan parpol atau organisasi apapun sangat diperlukan dalam terwujudnya kesejahteraan yang berkeadilan gender," ujarnya.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved