KSP: 100 Kegiatan C20 Telah Terjadwal dan Libatkan Berbagai Pemangku Kepentingan

Tercatat lebih dari 800 Civil Society Organization (CSO) dan setidaknya 30 negara yang terdaftar dalam C20.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Adi Suhendi
Tangkapan layar/ Tribunnews.com/ Gita Irawan
Deputi V Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jaleswari Pramodhawardani dalam Diskusi Publik bertajuk Presidensi G20 dan Pentingnya Ruang Kebebasan Masyarakat Sipil yang digelar secara daring pada Selasa (19/4/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deputi V Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jaleswari Pramodhawardani mengatakan kurang lebih 100 kegiatan dalam berbagai bentuk yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan telah terjadwal dalam rangkaian perhelatan forum C20.

Selain itu, kata dia, tercatat lebih dari 800 Civil Society Organization (CSO) dan setidaknya 30 negara yang terdaftar dalam C20.

Hal tersebut disampaikannya dalam Diskusi Publik bertajuk Presidensi G20 dan Pentingnya Ruang Kebebasan Masyarakat Sipil yang digelar secara daring pada Selasa (19/4/2022).

"Dapat kami laporkan di sini bahwa C20 telah mulai bekerja sejak kick off pada awal Maret 2022, C20 bekerja melalui berbagai rapat, diskusi, seminar, FGD, dan forum konsultasi untuk membahas berbagai prioritas. Kurang lebih ada 100 kegiatan C20 yang telah terjadwal dalam berbagai bentuk dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan," kata Dani.

Secara historis, kata dia, organisasi masyarakat sipil di berbagai negara telah berperan penting dalam menentukan arah kebijakan domestik dan global.

C20, kata dia, memberi peluang bagi CSO sedunia untuk memperkuat kontribusinya dalam reformasi kebijakan global dalam tingkat multilateral dan global.

Baca juga: Wakil Presiden Maruf Amin Minta Spanyol Dukung Keberhasilan Presidensi G20 Indonesia

Isu seperti pandemi covid-19 dan perubahan iklim, kata dia, telah mengajari pentingnya kolaborasi multipihak-multisektor.

"C20 akan berkolaborasi dengan pemerintah anggota G20 dan non-G20, bisnis, pemuda, perempuan, buruh, akademisi, pemerintah daerah, dan pihak-pihak lain untuk memajukan kebijakan global yang berpihak pada masyarakat luas, berkeadilan, dan berkelanjutan," kata Dani.

Baca juga: Menlu Retno Marsudi: Kanada Dukung Presidensi G20 Indonesia

Dani mengatakan output yang akan dihasilkan C20 akan berbentuk C20 policy pact dan C20 komunike.

Rencananya kedua dokumen tersebut akan diluncurkan pada C20 Summit Oktober 2022.

"Namun diharapkan juga sepanjang tahun akan terjadi cross learning dan difussion of knowledge dan engagement group yang lainnya. Rekomendasi akhir dari C20 kemudian akan menjadi masukan bagi konferensi tingkat tinggi C20 yang akam dilaksanakan pada November 2022," kata dia.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved