Hari Buruh Internasional

Sejarah May Day, Hari Buruh yang Muncul dari Demonstrasi Besar di Era Revolusi Industri 1.0

Sejarah May Day, Hari Buruh yang muncul dari demonstrasi besar di era Revolusi Industri 1.0 di AS. Ribuan buruh turun ke jalan untuk menuntut hak.

Britannica
Hari Buruh - Demonstran di New York, 1 Mei 1886 - Sejarah May Day, Hari Buruh yang muncul dari demonstrasi besar di era Revolusi Industri 1.0 di AS. Ratusan ribu buruh turun ke jalan untuk menuntut hak 8 jam kerja dan kesejahteraan buruh. 

TRIBUNNEWS.COM - Hari Buruh adalah peringatan yang dirayakan secara internasional setiap tanggal 1 Mei.

Hari Buruh disebut juga May Day, dikutip dari laman History.

May Day dulunya merupakan hari perayaan festival bangsa Celtic dan perayaan May Day Maypole Dance.

Kemudian, May Day memiliki makna baru sebagai Hari Buruh Internasional yang tumbuh dari gerakan buruh abad ke-19 untuk hak-hak pekerja dan hari kerja delapan jam di Amerika Serikat.

Berikut ini sejarah May Day atau Hari Buruh, dikutip dari Britannica.

Baca juga: 20 LINK Twibbon Hari Buruh 1 Mei 2022 dan Ucapan Selamat Hari Buruh, Bisa Dijadikan Status di Sosmed

Hari Buruh Internasional

Hari Buruh - Demonstran di New York, 1 Mei 1886
Hari Buruh - Demonstran di New York, 1 Mei 1886 (Britannica)

Pada abad ke-19, saat puncak Revolusi Industri, ribuan pria, wanita, dan anak-anak meninggal setiap tahun karena kondisi kerja yang buruk dan jam kerja yang panjang.

Dalam upaya untuk mengakhiri kondisi yang tidak manusiawi ini, Federation of Organized Trades and Labor Unions (yang kemudian menjadi Federasi Buruh Amerika, atau AFL) mengadakan konvensi di Chicago pada tahun 1884.

FOTLU menyatakan “delapan jam harus menjadi hari yang sah tenaga kerja sejak dan setelah 1 Mei 1886.”

Tahun berikutnya, Knights of Labour, yang merupakan organisasi buruh terbesar di Amerika, mendukung proklamasi tersebut karena kedua kelompok mendorong para pekerja untuk mogok dan berdemonstrasi.

Pada tanggal 1 Mei 1886, lebih dari 300.000 pekerja (40.000 di Chicago) dari 13.000 bisnis keluar dari pekerjaan mereka di seluruh negeri.

Lalu, pada hari-hari berikutnya, lebih banyak pekerja bergabung dan jumlah pemogok bertambah menjadi hampir 100.000 pekerja.

August Spies, seorang pembicara dari kaum buruh, mencoba mencegah sekelompok petugas yang datang untuk membubarkan massa.

Saat polisi maju, seorang individu yang tidak pernah diidentifikasi melemparkan bom ke barisan mereka.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved