Ibadah Haji 2022

Suhu Tanah Suci Diperkirakan Bisa 49 Derajat, Jemaah Haji Diminta Waspadai Cuaca Panas

Total, sudah ada 89.715 calon jemaah haji yang sudah melakukan pelunasan biaya dan konfirmasi keberangkatan haji.

Bandar ALDANDANI / AFP
Ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tahapan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji(BIPIH) sudah ditutup oleh Kementerian Agama RI.

Total, sudah ada 89.715 calon jemaah haji yang sudah melakukan pelunasan biaya dan konfirmasi keberangkatan haji.

"Sampai ditutup sore ini, 89.715 jemaah telah melakukan pelunasan dan konfirmasi keberangkatan. Artinya, sudah 97,26 persen dari kuota jemaah haji reguler yang berjumlah 92.246," ujar Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama (Kemenag) Saiful Mujab dalam pernyataannya, Sabtu(21/5).

"Ini belum termasuk kuota Petugas Haji Daerah dan pembimbing yang berasal dari KBIHU," sambung dia.

Saiful mengatakan, proses pelunasan dan konfirmasi keberangkatan bagi jemaah haji 1443 H/2022 M dibuka selama dua pekan yaitu, 9 Mei sampai 20 Mei 2022.

Baca juga: Kemenag: Ada 89.715 Jemaah yang Sudah Lunasi Biaya Haji 2022 dan Konfirmasi Keberangkatan

Ia mengatakan, pihaknya juga memberikan kesempatan bagi jemaah untuk melakukan pelunasan dan konfirmasi keberangkatan dengan status cadangan.

Hingga saat ini, total ada 12.294 jemaah dengan status cadangan telah melakukan pelunasan dan konfirmasi keberangkatan.

"Jadi, sisa kuota yang berjumlah 2.531 ini diisi oleh jemaah cadangan yang telah melakukan pelunasan dan konfirmasi keberangkatan yang jumlahnya mencapai 12.294," ujar Mujab.

Terakhir, Mujab mengingatkan konfirmasi keberangkatan haji harus dilakukan oleh jemaah yang sudah melunasi Bipih 1441 H/2020 M.

Kepala Sub-Direktorat Bina Petugas Haji Kemenag Suvianto mengingatkan kepada para jemaah haji agar mewaspadai cuaca panas di Tanah Suci.

Suhu udara diprediksi pada pelaksanaan ibadah haji nanti bahkan bisa mencapai 49 derajat celsius.

Baca juga: Menteri Agama Yaqut Cholil: Presiden Minta Tak Ada Keterlambatan Konsumsi Jemaah Haji

"Puncak ibadah pada Juli, saat musim panas. Jadi, jangan terlalu banyak aktivitas di luar (rangkaian ibadah haji) dan banyak air minum," pesan Suvianto.

Lebih lanjut, Suvianto juga menyarankan kepada para jemaah haji agar senantiasa menerapkan pola hidup sehat.

Dengan begitu, dampak dari potensi cuaca panas tersebut dapat diantisipasi, terutama sebelum waktu wukuf di Arafah yang merupakan puncak ibadah haji.

Halaman
12
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved