Penanganan Covid

Pemerintah akan Musnahkan Vaksin Covid 19 Kadaluarsa

Pemerintah akan memusnahkan vaksin Covid 19 yang telah Kadaluarsa alias expired sehingga tidak bisa digunakan.

Pixabay
ILUSTRASI Virus Corona - Pemerintah akan memusnahkan vaksin Covid 19 yang telah Kadaluarsa alias expired sehingga tidak bisa digunakan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah mengusulkan pemusnahan tersebut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas membahas vaksin expired di Istana Kepresiden, Jakarta, Selasa, (31/5/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah akan memusnahkan vaksin Covid-19 yang telah Kadaluarsa alias expired sehingga tidak bisa digunakan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah mengusulkan pemusnahan tersebut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas membahas vaksin expired di Istana Kepresiden, Jakarta, Selasa, (31/5/2022).

“Tadi kami mengajukan usulan ke bapak presiden agar bisa dilakukan pemusnahan di daerah-daerah untuk vaksin-vaksin yang memang ekspired date nya sudah lewat,” kata Menkes usai ratas.

Baca juga: Banyak Vaksin Covid-19 yang Kadaluarsa di Gudang Penyimpanan

Presiden menerima usulan tersebut dan memerintahkan agar pemusnahan vaksin dilakukan secara transparan dan terbuka.

Selain itu pemusnahan harus didampingi aparat penegak hukum dan juga perwakilan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Dilakukan sesuai aturan yang berlaku dan didampingi dengan BPKP Jaksa Agung dan aparat-aparat penegak hukum lainnya,  sehingga dibuat menjadi lebih transparan dan terbuka, dan prosedurnya juga sesuai dengan aturan yang berlaku,” katanya.

Menkes mengatakan pemusnahan vaksin Kadaluarsa penting untuk segera dilakukan agar tidak menghambat program vaksinasi.

Pasalnya kata dia pemerintah sudah mulai rutin menjalankan program vaksinasi di luar vaksinasi Covid 19.

Vaksin vaksin tersebut membutuhkan ruang penyimpanan khusus yang saat ini penuh oleh stok vaksin Covid 19 yang sebagian besar sudah Kadaluarsa.

“Itu penting untuk segera dilakukan agar tidak menghambat program-program vaksinasi berikutnya karena gudang-gudangnya itu penuh,” katanya.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Melandai, Jokowi Minta Masyarakat Tetap Vaksinasi Booster

Sebelumnya stok Vaksin Covid 19 di Indonesia sudah mulai banyak yang kadaluarsa alias expired sehingga tidak bisa digunakan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa vaksin yang expired tersebut sebagian besar berasal dari hibah negara lain.

“Sebagai informasi teman-teman memang sampai bulan April sudah ada 474 juta dosis vaksin yang kita terima. Dari 474 juta dosis vaksin itu sekitar 130 juta adalah vaksin hibah atau donasi,” kata Menkes.

Menkes tidak menyebutkan berapa jumlah vaksin yang expired tersebut. Hanya saja kata dia, vaksin kadaluarsa itu memenuhi gudang gudang penyimpanan vaksin di daerah.

“Sebagian vaksinasi hibah dan sebagian kecil juga vaksinasi yang dibeli itu mengalami expired, dan itu masih disimpan di lemari es lemari es di seluruh provinsi daerah. Sehingga akibatnya memenuhi gudang-gudang yang ada di sana sehingga kalau kita mau kirim vaksin yang baru nanti akan terhambat,” katanya.

Sebagai gambaran dari 474 juta dosis vaksin yang telah diterima pemerintah sebanyak 412 juta dosis yang telah disuntikkan, baik itu untuk dosis yang pertama, kedua, maupun booster.

Dengan demikian terdapat 62 juta dosis yang berada di gudang gudang penyimpanan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube Kemenkes, Rabu (23/3/2022).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube Kemenkes, Rabu (23/3/2022). (Tangkapan Layar Youtube Kemenkes)

Banyaknya stok vaksin yang ada di gudang penyimpanan tersebut mulai terasa karena pemerintah sudah mulai rutin melakukan vaksinasi di luar Covid 19. Vaksin vaksin tersebut butuh ruang penyimpanan khusus sama seperti vaksin Covid 19.

Belum lagi hingga akhir tahun pemerintah akan kembali kedatangan 74 juta dosis vaksin Covid 19.

“Sehingga kita merasa lemari es yang penuh diisi oleh vaksin vaksin Covid yang memang sudah expired yang sebagian besar itu berasal dari hibah,” katanya.

Menkes menambahkan banyaknya vaksin yang kadaluarsa tersebut disebabkan oleh melambatnya laju vaksinasi karena sebagian besar masyarakat telah vaksinasi lengkap dan pandemi Covid 19 mulai terkendali.

Sudah 200 juta masyarakat mendapatkan vaksin dosis pertama dan 60 persen dari target penerima sudah mendapatkan vaksin kedua, serta 25 persen mendapatkan dosis ketiga.

Selain itu kata Menkes banyaknya vaksin yang kadaluarsa karena Indonesia banyak mendapatkan vaksin hibah. Menkes mengatakan vaksin hibah memiliki masa berlaku yang pendek.

“Nah vaksin vaksin hibah ini memang diberikan oleh negara-negara maju karena mereka kelebihan stock vaksinnya di sana, dan ekspired date nya dekat,” pungkasnya.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved