Tarif Tiket Masuk Borobudur

YLKI Minta Rencana Kenaikan Tarif Masuk Candi Borobudur Rp 750 Ribu Dibatalkan

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah membatalkan rencana menaikkan tarif masuk Candi Borobudur menjadi Rp 750 ribu.

Editor: Adi Suhendi
TRIBUNNEWS/CHAERUL UMAM
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Naufal Lanten

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah membatalkan rencana menaikkan tarif masuk Candi Borobudur menjadi Rp 750 ribu.

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan jika pemerintah membutuhkan dana untuk kepentingan konservasi dan menyelamatkan Candi Borobudur, bisa dilakukan dengan pembatasan kapasitas.

“Kalau tarifnya selangit seperti itu, itu bukan untuk kepentingan konservasi, tapi untuk kepentingan komersialisasi. Jadi batalkan saja kebijakan itu, tidak rasional,” kata Tulus Abadi melalui pesan singkat kepada Tribunnews.com, Senin (6/6/2022).

“Nanti hanya orang orang kaya saja yang bisa masuk ke candi,” ujarnya menambahkan.

Dia menjelaskan, candi ternama di Kamboja, Angkor Wat pun tarifnya hanya USD20 hingga USD26 untuk orang asing.

Baca juga: Gubernur Ganjar Pranowo Imbau Pedagang Tidak Resah Tiket Naik ke Candi Borobudur Naik Drastis

Kendati demikian, kata dia, Angkor Wat sampai saat ini masih tetap eksis dan mampu mendatangkan jutaan turis.

“Dan kalau perlu biaya operasional yang tinggi, ya managemen bisa mengeksplorasi kawasan candi dengan wahana yang lain, yang bisa dikomersialisasikan,” ucap Tulus.

Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menaikkan harga tiket masuk ke kawasan wisata Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno Klaim Kenaikan Tiket Candi Borobudur Bukan untuk Kepentingan Komersial

Lewat postingan di akun instagram pribadinya, Luhut menyebut akan menerapkan harga tiket masuk atau karcis sebesar Rp 750 ribu untuk wisatawan lokal, dan 100 dollar AS (sekitar Rp1,4 juta) untuk turis mancanegara yang hendak pelesir ke kawasan Candi Borobudur.

Luhut mengatakan kebijakan itu ia buat semata-mata demi menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya Nusantara.

Maka, kata dia, selain menerapkan tarif yang lebih mahal, pengunjung Candi Borobudur juga akan dibatas.

Setiap harinya kata Luhut, pengunjung di kawasan Candi Borobudur dibatasi sebanyak 1.200 orang.

"Kami sepakat dan berencana membatasi kuota turis yang ingin naik ke Candi Borobudur sebanyak 1.200 orang per hari, dengan biaya 100 dolar untuk wisman dan turis domestik sebesar 750 ribu rupiah," katanya.

Selain tarif untuk wisatawan lokal dan mancanegara, ada pula tarif khusus untuk para pelajar.

Khusus untuk pelajar, kata Luhut, akan dikenakan tarif yang sangat murah, yakni Rp 5.000 saja.

Luhut mengatakan, nantinya semua turis juga harus menggunakan pemandu wisata (tour guide) dari warga lokal sekitar kawasan Borobudur.

"Ini kami lakukan demi menyerap lapangan kerja baru sekaligus menumbuhkan sense of belonging terhadap kawasan ini sehingga rasa tanggung jawab untuk merawat dan melestarikan salah satu situs sejarah nusantara ini bisa terus tumbuh dalam sanubari generasi muda di masa mendatang," ujar Luhut.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved