Reshuffle Kabinet

Surya Paloh Ungkap Hal Menarik yang Dibahas Jokowi dan Ketum Parpol sebelum Reshuffle Kabinet

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh ungkap hal menarik yang dibahas Presiden Jokowi Widodo bersama ketum parpol sebelum reshuffle kabinet.

TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh memberikan pidato politik pada penutupan Rakernas Partai NasDem di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (17/6/2022). Ketum NasDem Surya Paloh ungkap hal menarik yang dibahas Presiden Jokowi Widodo bersama ketum parpol sebelum perombakan kabinet. 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem Surya Paloh mengungkapkan ada hal menarik yang dibahas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan para ketua umum partai sebelum reshuffle kabinet beberapa waktu lalu.

Menjelang reshuffle atau perombakan kabinet, Jokowi diketahui menerima para ketua umum partai politik (parpol) koalisi pemerintah di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/6/2022).

Surya Paloh menyebut, pada saat itu, Jokowi menjelaskan soal kondisi perekonomian dunia kepada para ketum parpol.

Meski demikian, Surya Paloh menegaskan, tidak ada pembahasan serius oleh Jokowi dan para Ketum parpol sebelum pelantikan menteri baru.

Baca juga: Jokowi Hampir Salah Sebut Nama Kabinet dalam Acara PDIP, Ini Kata Analis Komunikasi Politik

"Tapi, ada hal yang menarik adalah ketika Presiden Jokowi mengingatkan kepada kita semua, para ketum partai, bahwa ada semacam warning dari IMF dan World Bank, beberapa minggu lalu, bahwasanya ada sedikitnya 40-60 negara bakal jadi negara gagal. Failed state," katanya dalam program Satu Meja, dikutip Tribunnews.com dari kanal YouTube Kompas TV, Jumat (24/6/2022).

"Ini tentu menjadi concern bagi kita semua. Kita bersyukur Indonesia tidak termasuk ke 40 ataupun 60 (negara yang berpotensi gagal)," imbuhnya.

Dalam forum Satu Meja, Surya Paloh juga berbicara soal reshuffle kabinet.

Ia mengingatkan Presiden Jokowi untuk tidak terlalu sering melakukan reshuffle kabinet.

Sebab, ia menyayangkan pemerintah bila melakukan reshuffle kabinet kembali.

Presiden Joko Widodo memimpin pelantikan menteri dan wakil menteri Kabinet Indonesia Maju sisa masa jabatan periode 2019-2024 di Istana Negara, Rabu (15/6/2022).
Presiden Joko Widodo memimpin pelantikan menteri dan wakil menteri Kabinet Indonesia Maju sisa masa jabatan periode 2019-2024 di Istana Negara, Rabu (15/6/2022). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)

Meski demikian, Surya Paloh tetap menghormati hak prerogatif presiden dalam kebijakan merombak kabinet.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved