Youtuber Muhammad Kece Jadi Tersangka

Pak RT Rutan Bareskrim Polri Jadi Saksi Sidang Kasus Penganiayaan M Kece oleh Napoleon Bonaparte

Choky alias Pak RT Rutan Bareskrim Polri hadir menjadi saksi dalam sidang kasus penganiayaan Irjen Napoleon Bonaparte terhadap M Kece.

Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang lanjutan beragendakan pemeriksaan saksi dari JPU dalam perkara penganiayaan Irjen Napoleon Bonaparte kepada M Kece, Kamis (7/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdi Ryanda Shakti

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang lanjutan perkara kasus penganiayaan Irjen Napoleon Bonaparte terhadap M Kece di dalam rumah tahanan (rutan) Bareskrim Polri.

Sidang lanjutan yang digelar pada Kamis (7/7/2022) itu beragendakan pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Adapun saksi yang dihadirkan ada tiga orang yakni Harmeniko alias Choky alias Pak RT Rutan Bareskrim Polri, Djafar Hamzah, dan Himawan Prasetyo.

Sebelum sidang dimulai, ketiganya terlebih dahulu diambil sumpahnya dengan dipandu Hakim Ketua Djuyamto.

Baca juga: Saksi Cabut Keterangan BAP soal Irjen Napoleon Pukul M Kece Setelah Lumuri Tinja

Setelah itu, Djuyamto meminta kepada saksi untuk bisa berkata sejujur-jujurnya.

"Ya saudara saksi, saya minta untuk bisa memberikan kesaksian dengan sejujurnya tanpa ada rasa takut," ucap Djuyamto di ruang sidang.

Sekadar informasi, Irjen Napoleon bersama tahanan lainnya, yaitu Dedy Wahyudi, Djafar Hamzah, Himawan Prasetyo, dan Harmeniko alias Choky alias Pak RT disebut melakukan penganiayaan terhadap M Kece di dalam sel Rumah Tahanan Bareskrim Polri pada 26 Agustus 2021 dini hari.

Dalam surat dakwaan disebutkan, Napoleon secara bersama-sama melakukan penganiayaan berupa melumuri wajah M Kece dengan kotoran manusia, serta pemukulan yang mengakibatkan luka-luka.

Penganiayaan tersebut terjadi pada Kamis, 26 Agustus 2021.

Atas tindak penganiayaan itu jaksa menjerat Napoleon dengan Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP atau Pasal 170 ayat (1), Pasal 351 ayat 1 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP dan subsider Pasal 351 ayat (1) KUHP.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved