Ibadah Haji 2022

Doa Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Saat Wukuf di Arafah

Saat wukuf di Arafah, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berdoa agar bangsa Indonesia yang beragam, bisa tetap bersatu dan kuat.

Tribunnews.com/Aji Bramastra
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berdoa agar bangsa Indonesia yang beragam, bisa tetap bersatu dan kuat. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aji Bramastra dari Arab Saudi

TRIBUNNEWS.COM, MEKKAH - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berdoa agar bangsa Indonesia yang beragam, bisa tetap bersatu dan kuat.

Pernyataan ini disampaikan Yaqut usai mendengarkan khotbah haji akbar di Arafah, Makkah, Arab Saudi, Jumat (8/7/2022).

Yaqut berharap bersyukur dengan adanya momen haji akbar pada Idul Adha tahun ini.

Pria yang juga Ketua GP Ansor itu berharap agar bangsa Indonesia saling menyayangi.

Baca juga: Ketika Wapres Maruf Amin Cukur Rambut KSAL Laksamana TNI Yudo Margono Saat Ibadah Haji

"Alhamdulillah (tahun ini) haji akbar, semoga bangsa kita semakin saling menyayangi dan baik-baik saja," ujar Gus Yaqut.

Yaqut juga berharap kebhinekaan dalam bangsa Indonesia menjadi kekuatan.

"Semoga perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia malah menjadi sumber kekuatan bukan perpecahan," tutur Yaqut.

Yaqut menambahkan, di momen haji akbar ini dia berharap, Indonesia menjadi bangsa yang sesuai dengan harapan banyak orang.

Haji Akbar adalah momen langka ketika hari wukuf di Arafah, yakni tanggal 9 Dzulhijah, jatuh tepat pada hari Jumat, hari mulia bagi umat Islam.

Konsultan Pembimbing Ibadah Daerah Kerja (Daker) Makkah, Aswadi mengatakan Haji Akbar bisa meningkatkan semangat beribadah bagi seluruh jemaah haji di seluruh dunia, khususnya jemaah haji Indonesia.

"Sebenarnya haji akbar itu meningkatkan semangat untuk beribadah karena Nabi Muhammad SAW itu haji wada' dan haji akbar hanya sekali," kata Aswadi kepada Media Center Haji (MCH) di Makkah.

Pelaksanaan haji yang jatuh pada hari Jumat pun memiliki keistimewaan. Pasalnya hari Jumat merupakan Sayyidul Ayyam atau rajanya hari.

Pada hari Jumat juga terdapat waktu yang tiada seorang hamba meminta sesuatu di dalamnya kecuali Allah mengabulkan permintaannya, selama tidak meminta dosa atau memutus tali silaturrahim. (*)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved