Sabtu, 30 Agustus 2025

Prakiraan Cuaca

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG Sabtu, 16 Juli 2022: Yogyakarta Berpotensi Hujan Lebat

BMKG memprediksi sebanyak 19 wilayah berpotensi hujan lebat dan petir, di antaranya Jambi, Lampung, Jawa Barat, Yogyakarta dan Gorontalo.

Pixabay
Ilustrasi hujan - Menurut prediksi BMKG, terdapat 19 wilayah yang berpotensi hujan lebat dan petir. 

TRIBUNNEWS.COM - BMKG telah merilis peringatan dini cuaca ekstrem Sabtu, 16 Juli 2022, besok.

Menurut prediksi BMKG, terdapat 19 wilayah yang berpotensi hujan lebat dan petir.

Dari 19 wilayah tersebut, di antaranya Jambi, Lampung, Jawa Barat, Yogyakarta dan Gorontalo.

Berikut peringatan dini cuaca ekstrem Sabtu, 16 Juli 2022 dikutip dari Bmkg.go.id:

Wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang:

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Hari Ini Jumat, 15 Juli 2022: Hujan Lebat hingga Angin Terjadi di 20 Wilayah

- Jambi

- Sumatera Selatan

- Lampung

- Banten

- Jawa Barat

- Yogyakarta

- Jawa Timur

- Kalimantan Barat

- Kalimantan Tengah

- Kalimantan Utara

- Kalimantan Timur

- Sulawesi Utara

- Gorontalo

- Sulawesi Tengah

- Sulawesi Tenggara

- Maluku Utara

- Maluku

- Papua Barat

- Papua

Wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:

- DKI Jakarta

- Jawa Tengah

- Bali

- Kalimantan Selatan

- Sulawesi Barat

- Sulawesi Selatan

Ilustrasi Hujan Deras. Menurut prediksi BMKG, terdapat Yogyakarta berpotensi hujan lebat dan petir.
Ilustrasi Hujan Deras. Menurut prediksi BMKG, terdapat Yogyakarta berpotensi hujan lebat dan petir. (TribunJogja/Ist)

Wilayah yang berpotensi angin kencang:

- Nusa Tenggara Timur

Dikutip dari bmkg.go.id, sirkulasi siklonik terpantau di Papua Barat yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan angin (konvergensi) memanjang dari Papua hingga Papua Barat.

Sementara daerah konvergensi lain terpantau memanjang dari Aceh hingga Selat Malaka, di Sumatera Selatan, di Riau, dari Lampung hingga Bengkulu, dari Jawa Barat hingga perairan barat Banten.

Kemudian juga terpantau dari Laut Jawa hingga Bangka Belitung, di Jawa Tengah, dari Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah bagian selatan, dari Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara, dari Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Tengah, di Kep. Sangihe Talaud dan dari Maluku hingga Maluku Utara.

Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.

(Tribunnews.com/Farrah Putri)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan