Mantan Penasehat JAD, Muhammad Bambang Ajak Masyarakat Indonesia Menjaga Situasi Kamtibmas.

Muhammad Bambang mengajak seluruh masyarakat Indonesia khususnya di wilayah Jawa Barat untuk menjaga situasi Kamtibmas.

Editor: Toni Bramantoro
Dok. pribadi
Mantan Penasehat JAD, Muhammad Bambang Ajak Masyarakat Indonesia Menjaga Situasi Kamtibmas. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Penasehat JAD (Jama'ah Ansharut Daulah), Muhammad Bambang mengajak seluruh masyarakat Indonesia khususnya di wilayah Jawa Barat untuk menjaga situasi Kamtibmas.

Bambang juga tak lupa mengingatkan kepada para Ikhwan soal khilafah. Menurutnya, khilafah saat ini tidak relevan, setelah masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

"Khilafah untuk saat ini tidak relevan dikarenakan khilafah sudah berakhir pada zaman Ali bin Abi Thalib yang merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang menjadi khulafaur rasyidin terakhir atau pemimpin Islam setelah Rasulullah meninggal dunia," ungkap Muhammad Bambang.

Bambang juga menjelaskan bahwa motivasi dalam berjihad membersihkan dosa-dosa dan 72 bidadari menunggu di surga itu tidak benar.

Hal ini diungkapkan Bambang tak lepas dari masih adanya beberapa pihak yang mendorong serta melakukan aksi mengajak beberapa umat muslim untuk melakukan jihad.

"Mereka menggaungi di dalam khilafah itu ternyata salah semua didepan saya dia seperti orang yang paling benar, dibelakang saya dia berbuat sesuatu tanpa sepengetahuan saya, kadang-kadang rapat dibelakang saya tidak tau," jelas Bambang.

Menurut Bambang, pihak tersebut tidak senang jika beberapa umat muslim hidup tentram dan damai dalam bermasyarakat.

"Masih ada pihak ketiga yang terus mengompori karena dia tidak senang kalau teman-temannya sudah kembali," ungkapnya.

Meski begitu, Bambang juga memastikan dirinya terus memantau para napiter yang sudah kembali ke pelukan NKRI. Dan Alhamdulillah semua sudah sadar dan tidak mau kembali ke jalan yang salah.

"Kesimpulannya sekarang alhamdulilah saya sudah bisa jalan kesana kemari melihat mereka dan selalu memantau mereka karena saya ingin mereka tidak seperti dulu," pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved