Penembakan di Semarang

AKHIR Kopda Muslimin, Dalang Penembakan Istri: Ditemukan Tewas, Sempat Ditolak Selingkuhan

Akhir pelarian Kopda Muslimin, anggota TNI yang menjadi dalang penembakan istrinya sendiri. Ia ditemukan tewas di rumah orangtuanya di Kendal.

Penulis: Sri Juliati
Editor: Miftah
Kolase Tribunnews.com: Kompas.com/Istimewa dan Tangkap layar kanal YouTube Tribunnews.com
Foto Kopda Muslimin dalang penembakan istrinya di Semarang (KIRI) dan Tangkap layar video detik-detik penembakan istri TNI (KANAN). Inilah akhir pelarian Kopda Muslimin, anggota TNI yang menjadi dalang penembakan istrinya sendiri. Ia ditemukan tewas di rumah orangtuanya di Kendal. 

TRIBUNNEWS.COM - Inilah akhir pelarian Kopda Muslimin yang menjadi dalang penembakan istrinya sendiri.

Kopda Muslimin ditemukan tewas di rumah orang tuanya di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Kamis (28/7/2022) pagi.

Kopda Muslimin yang disebut menjadi dalang penembakan istrinya, Rina Wulandari sempat kabur pasca-penembakan yang terjadi pada Senin, 18 Juli 2022.

Anggota Yon Arhanud 15/DBY di Kota Semarang ini diduga mengakhiri hidup dengan meminum racun yang membuatnya muntah-muntah lalu tewas.

Rupanya, sebelum tewas, Kopda Muslimim pulang ke rumah orang tuanya untuk meminta maaf.

Ia juga sempat mengajak selingkuhannya berinisial W untuk kabur, tapi ajakan itu ditolak.

Baca juga: Sempat Buron, Kopda Muslimin Diduga Meninggal Dunia karena Minum Racun

Selengkapnya, berikut perjalanan kasus dan akhir pelarian Kopda Muslimin yang dirangkum Tribunnews.com dari berbagai sumber:

1. Penembakan sang Istri

Peristiwa ini bermula saat istri Kopda Muslimin, Rina Wulandari ditembak oleh empat orang tak dikenal (OTK) di Banyumanik, Semarang.

Rina Wulandari ditembak di depan rumahnya setelah menjemput anaknya pulang dari sekolah dan sempat memeluk sang anak.

Rina Wulandari mengalami luka di bagian perut dan langsung mendapat perawatan di rumah sakit.

Empat pelaku penembakan tersebut sempat terekam CCTV di sekitar lokasi.

Mereka berboncengan dengan mengendarai dua motor tanpa pelat nomor.

Adapun motifnya, saat itu, disebut sebagai pembegalan.

Baca juga: Kondisi Terakhir Rina Wulandari Korban Penembakan di Semarang yang Diotaki Suaminya Kopda Muslimin

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR
© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved