Irjen Napoleon Bonaparte Ngaku Siap Kembali Jalani Sidang Jika Bertemu Penista Agama Lagi

Irjen Napoleon Bonaparte mengaku siap menempuh persidangan lagi jika nantinya bertemu dengan penista agama seperti yang dilakukan M Kece. 

Tribunnews.com/Naufal Lanten
Irjen Napoleon Bonaparte bersama tim kuasa hukumnya seusai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (28/7/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Irjen Napoleon Bonaparte mengaku siap menempuh persidangan lagi jika nantinya bertemu dengan penista agama seperti yang dilakukan M Kece

Itu disampaikannya dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (28/7/2022).

“Jadi, bahkan mohon maaf Yang Mulia kalau saya sombong, bukan hanya M Kece, siapapun lagi besok lusa berani melakukan hal yang sama seperti Kece lakukan di depan saya, saya siap bertemu dengan YM lagi di pengadilan ini. Saya siap,” ujar Napoleon Bonaparte.

“Sebetulnya saya tidak mau ngomong begini soksoan. Saya capek dengan sandiwara di dunia ini, sebagai polisi 34 tahun, biarkan kali ini saya tidak bersandiwara,” ujarnya menambahkan.

Napoleon mengaku kesal saat menyinggung detik-detik dirinya melumuri kotoran ke wajah M Kece. Itu dilakukannya saat mendengar ucapan Kece yang menghina Nabi Muhammad di depannya.

Tak hanya itu, Napoleon juga sempat menyinggung bahwa dirinya rela kembali diadili demi memberi pelajaran kepada pihak-pihak yang berani menistakan agama. Termasuk seperti kasus penganiayaan yang saat ini tengah berlangsung.

"Kalau mereka yang aktif di luar tidak mampu melakukannya, biarkan Napoleon yang tahanan ini melakukannya. Karena aku masih hidup," katanya.

Alasan Napoleon Bonaparte Lumuri M Kece dengan Kotoran

Irjen Napoleon Bonaparte menjelaskan alasan dirinya membeberkan kotoran ke wajah M Kece. Itu disampaikannya dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (28/7/2022).

Baca juga: Irjen Napoleon Ungkap Alasan Lumuri Kotoran di Wajah M Kece: Biar Tahu Rasanya Dinista Seperti Apa

Adapun Irjen Napoleon Bonaparte duduk sebagai terdakwa dalam kasus penganiayaan terhadap Youtuber M Kece.

“Saya bermaksud memberi pelajaran kepada orang ini, orang ini menista umat, dia harus saya beri tahu pelajaran rasanya kalau dinista tuh seperti apa,” kata Napoleon Bonaparte.

“Bukan maksud saya untuk mencelakakan fisiiknya, enggak. Buktinya saya bilang tutup matamu supaya gak kelilipan tai matanya,” lanjut dia.

Seperti diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah membacakan dakwaannya terhadap Napoleon, Kamis (31/4/2022). Di mana Napoleon disebut turut menganiaya M Kece dengan tinja manusia di Rutan Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan pada Agustus 2021.

Tidak hanya itu, Muhammad Kace juga diduga mengalami tindakan kekerasan dari Napoleon seperti pemukulan bersama-sama dengan terdakwa lainnya yakni Harmeniko alias Choky alias Pak RT, serta Dedy Wahyudi, Djafar Hamzah, dan Himawan Prasetyo.

Sementara untuk Napoleon, JPU turut mendakwa dengan pasal 170 ayat 2 KUHP. Ayat 2 pasal itu menyebut pelaku penganiayaan dapat dipenjara maksimal hingga 7 tahun jika mengakibatkan luka pada korban.

Napoleon juga didakwa dengan pasal 170 ayat 1. Lalu, pasal 351 ayat 1 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP dan kedua Pasal 351 ayat (1) KUHP. Pasal 351 ayat 1 mengancam pelaku tindak pidana penganiayaan dengan ancaman hukuman paling lama dua tahun.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved