Kamis, 28 Mei 2026

Polisi Tembak Polisi

Kondisi Bharada E setelah Mengaku Terima Perintah Tembak Brigadir J, Lega dan Paham Konsekuensi

Deolipa Yumara mengungkap kondisi Bharada E setelah mengungkap fakta terkait kasus penembakan Brigadir J, paham konsekuensi singgung atasan

Tayang:
Penulis: Siti Nurjannah Wulandari
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E usai dimintai keterangan di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). Kuasa hukum kini ungkap kondisi Bharada E setelah bongkar fakta lain terkait kasus tewasnya Brigadir J 

TRIBUNNEWS.COM - Kondisi terkini Bharada E yang ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan sudah lega.

Kuasa hukum Bharada E, Deolipa Yumara mengaku kliennya sudah lega atau plong setelah mengungkap kejadian yang dia alami di saat tewasnya Brigadir J.

Diketahui, Bharada E melalui kuasa hukum yang baru, Deolipa Yumara mengungkap sejumlah fakta baru yang mengejutkan publik.

Deolipa menjelaskan jika Bharada E menembak Brigadir J atas perintah dari atasan.

"Ya dia diperintah atasannya," kata Deolipa saat dikonfirmasi awak media, Minggu (7/8/2022), dikutip dari Tribunnews.com.

Setelah pengakuan tersebut, pihak Bharada E melalui kuasa hukum telah mendatangi LPSK untuk meminta perlindungan dan mengajukan permohonan Justice Collaborator.

Dalam kesempatan yang sama, Deolipa mengungkap alasan Bharada E mulai mengungkap kejadian sebenarnya yang menewaskan Brigadir J.

Baca juga: PENGAKUAN Baru Bharada E: Ferdy Sambo di TKP, soal Glock 17, Perintah Tembak Brigadir J saat Hidup

Deolipa Yamara mengaku kliennya saat ini telah sadar hingga mengubah keterangannya terkait tewasnya Brigadir J.

"Mengubah keterangannya terkait berganti pengacara juga, ada kaitannya dengan masa lalu, tekanan masa lalu kemudian skenario masa lalu yang dia alami.

Ketika dia (Bharada E) sudah tidak seperti itu,

dia kembali ke wilayah baru mulai kemarin Sabtu, dia sadar harus menceritakan yang sebenar-benarnya, yang seterang-terangnya apa yang dialaminya, apa yang didengarnya," jelas Deolipa dikutip dari siaran Kompas TV, Senin (8/8/2022).

Kondisi Bharada E setelah kejadian tewasnya Brigadir J juga diungkap oleh Deolipa.

Menurut Deolipa, Bharada E merasa tertekan dan tidak nyaman.

"Sebelumnya dia galau dan merasa tidak nyaman,

Bukan tidak nyaman karena tekanan penyidikan, tapi tidak nyaman karena tindakan yang sudah dilakukan,

Tapi dia menyatakan suatu tindakan yang berbeda dari apa yang dia alami, jadi hatinya merasa resah dan tidak nyaman," terang Deolipa.

Deolipa lantas menjelaskan tentang kejujuran dan kepatuhan pada Tuhan, Bharada E mulai sadar.

"Dia mulai sadar, ketika dia mulai sadar akhirnya dia merasa nyaman dan berdoa pada Tuhan.

Dia akan bicara apa adanya. Namun untuk kepentingan hukum, dia meminta kepada kami untuk mengajukan perlindungan hukum dan dia bersedia menjadi Justice Collaboratore," terangnya lagi.

Baca juga: Bharada E Disuruh Tembak Dinding Rumah Irjen Ferdy Sambo Setelah Brigadir J Tewas

Deolipa juga mengungkap kondisi Bharada E saat ini sudah mulai tenang dan nyaman.

"Di (rutan) dia merasa tenang, nyaman, dan merasa plong. Dan dia merasa senang saat ini sedang dalam kondisi sehat wal afiat," lanjutnya.

Deolipa juga menjelaskan jika Bharada E juga sadar konsekuensi atas pernyataannya saat ini.

"(Bharada E) sadar (konsekuensi menyinggung atasannya)," pangkas Deolipa.

Diberitakan, Deolipa menghadiri LPSK untuk mengajukan Justice Collaborator.

Pihaknya meyakini, jika Bharada E akan mengungkap seluruh kejadian termasuk pelaku utama dalam kasus di rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo.

Sebelumnya, Deolipa menegaskan jika semua yang Bharada E jelaskan adalah skenario terdahulu.

Ia menyebut jika skenario tersebut adalah omong kosong.

"Skenario yang terdahulu adalah cerita omong kosong. Omong kosong," ujarnya.

Meski demikian, Deolipa mengatakan kliennya mengakui menembak Brigadir J.

Tetapi dia menjelaskan terdapat skenario yang tak sesuai dengan pengakuannya.

"Dia sudah mengakui itu, tetapi skenarionya tidak begitu. Keadaan yang nyata tidak begitu," jelasnya dikutip dari Tribunnews.com. (*)

(Tribunnews.com/ Siti N)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved