Polisi Tembak Polisi

Sesepuh Polri Angkat Bicara Soal Tewasnya Brigadir J: Siapapun Bintangnya, Tindak Jika Bersalah

Kapolda Metro Jaya tahun 1998 ini menilai langkah tegas Kapolri juga meredam isu 'perang bintang' di kasus tersebut.

Penulis: Erik S
Tribunjambi.com/Aryo Tondang
Samuel Hutabarat menunjukkan foto anaknya, Brigadir J, yang meninggal dalam penembakan di rumah Irjen Pol Ferdy Sambi 8 Juli 2022. Rencananya jenazah Brigadir J akan diautopsi pagi ini. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sesepuh Polri Komjen Pol (Purn) Noegroho Djajoesman mendukung langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo 'bersih-bersih' internal terkait kasus dugaan pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua.

Diketahui, mantan Kadiv Propram Mabes Polri Irjen Pol Ferdy Sambo kini sedang diproses terkait dugaan pembunuhan Brigadir Yosua.

"Langkah yang berani dan tegas. Kasus ini sangat memalukan bagi Korps Kepolisian. Kalau saya sih, masalah institusi itu yang salah pimpinannya. Jika dari awal Kapolri tegas, masalah tidak berlarut-larut sampai sekarang," ujar Noegroho dalam keterangannya, Senin (8/8/2022).

Kapolda Metro Jaya 1998 ini menilai langkah tegas Kapolri juga meredam isu 'perang bintang' di kasus tersebut.

"Ini tergantung Kapolri agar kasus bisa tuntas. Siapa saja bintangnya harus ditindak jika terbukti bersalah. Pokoknya jangan ragu mengambil langkah-langkah. Kalau tidak akan menjadi beban bagi Kapolri dan Polri," tegas Noegroho.

Ferdy Sambo sudah diperiksa tim Inspektorat Khusus (Irsus) Polri di Mako Brimob Kelapa Dua Depok. Hasilnya, ia diduga melanggar kode etik.
Menurut Noegroho tindakan itu layak. Bahkan bila Ferdy atau perwira lain nantinya diproses pidana jika ada bukti-bukti lebih lanjut.

"Selesaikan secara hukum. Tidak ada yang kebal hukum. Siapa saja bisa menjadi tersangka," seloroh Jenderal yang kerap disebut pendiri Front Pembela Islam (FPI) ini.

Baca juga: IPW Sebut Satgasus yang Diketuai Ferdy Sambo sebagai Geng Mafia di Tubuh Polri

Ferdy Sambo dikenal 'the rising star' dan telah menangani banyak kasus. Namun background ciamik itu bukan menjadi alasan penindakan jika dirinya terbukti bersalah.

"Jangan karena rising star tak bisa ditindak secara hukum. Kebetulan saya kenal baik bapaknya, Pak Pieter Sambo. Saya pernah jadi anak buahnya. Dia baik, dan tegas," tandas Noegroho.

Ferdy Sambo telah ditempatkan khusus di Mako Brimob selama 30 ke depan. Sebelumnya ia diboyong dari Bareskrim Mabes Polri.

Hal ini kata Noegroho guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

"Sekuat-kuatnya seseorang, Kapolri di atas segala-galanya. Makanya butuh ketegasan. Kapolri tidak perlu takut, yang bersalah tindak saja," bebernya.

Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawati, telah muncul ke publik. Sementara Timsus Polri juga sedang mengaudit 2 Laporan Polisi soal dugaan pelecehan seksual dan ancaman kekerasan terhadap Putri.

"Tandanya Polri akan membongkar secara tuntas. Memang harus dilakukan, tidak perlu ada yang ditutup-tutupi," nilainya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved