Pemerintah Terima Penghargaan dari IRRI, Bukti Indonesia Memiliki Sistem Ketahanan Pangan yang Baik

Jokowi mengatakan penghargaan dari IRRI membuktikan bahwa Indonesia memiliki sistem ketahanan pangan yang baik dan Indonesia telah swasembada pangan.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Dewi Agustina
Sekretariat Presiden
Pemerintah Indonesia mendapatkan penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI). Jokowi mengatakan penghargaan dari IRRI membuktikan bahwa Indonesia memiliki sistem ketahanan pangan yang baik dan Indonesia telah swasembada pangan. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia mendapatkan penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI). Penyerahan penghargaan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Minggu (14/8/2022).

Dalam kesempatan tersebut Presiden mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan.

Penghargaan tersebut membuktikan bahwa Indonesia memiliki sistem ketahanan pangan yang baik dan Indonesia telah swasembada pangan.

"Inilah mengapa pada hari ini diberikan kepada kita sebuah sertifikat bahwa Indonesia memiliki sistem ketahanan pangan baik dan sudah swasembada pangan," kata Presiden.

Baca juga: Genjot Produksi Pertanian Jadi Kontribusi Positif Cegah Ancaman Krisis Pangan

Penghargaan dari IRRI tersebut bukan tampan sebab.

Indonesia telah membangun banyak infrastruktur di bidang pertanian, mulai dari bendungan, embung, hingga jaringan irigasi.

"Seinget saya sampai hari ini sudah diresmikan 29 bendungan besar dan tahun ini akan selesai lagi total 38 bendungan dan sampai 2024 akan kita selesaikan 61 bendungan plus 4.500 embung dan 1,1 juta jaringan irigasi yang telah kita bangun selama 7 tahun ini," kata Jokowi.

Selain infrastruktur, pemerintah juga menggalakkan penanaman varietas-varietas unggul padi sehingga hasil produksi meningkat.

Dari 2019 hingga 2021, produksi beras Indonesia konsisten di 31,3 juta ton per tahun.

"Peningkatan dan konsistensi ini dilihat oleh FAO dan IRRI karena jumlah itu adalah jumlah yang riil," ujar Jokowi.

Presiden mengatakan berdasarkan perhitungan Badan Pusat statistik (BPS) stok beras di lapangan hingga akhir April 2022 mencapai 10,2 juta ton.

"Kalau ditanya barangnya ada dimana? Ada di masyarakat, di petani, di restoran-restoran juga di Bulog, plus beberapa di industri pangan totalnya 10,2 juta ton," pungkasnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved