Virus Corona

Anak-anak Disarankan Pakai Masker Medis Saat Pembelajaran Tatap Muka, Ini Penjelasan IDAI

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mendorong para orangtua agar selalu menyiapkan masker dikenakan anak-anak

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Erik S
KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
(Ilustrasi) Masker yang dipakai anak-anak diharapkan tidak hanya memiliki fungsi aman saja, namun juga harus nyaman saat dikenakan pada wajah mereka. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang diberlakukan pemerintah terhadap para siswa, mendorong para orangtua agar selalu menyiapkan masker dikenakan anak-anak mereka.

Penggunaan masker merupakan sebagai bagian dari protokol kesehatan dalam mencegah penularan virus corona (Covid-19).

Baca juga: Gibran Rakabuming Raka Positif Covid-19 untuk Ketiga Kalinya: Tanggapi Keluhan Warga dari Medsos

Nah, masker yang dipakai anak-anak ini tentunya diharapkan tidak hanya memiliki fungsi aman saja, namun juga harus nyaman saat dikenakan pada wajah mereka.

Karena cukup sulit membuat anak disiplin dalam memakai masker, sehingga diperlukan pemilihan masker yang nyaman bagi anak.

Terlebih saat ini telah banyak masker medis khusus anak yang dijual di pasaran, namun memiliki corak yang unik.

Lalu masker seperti apa yang disarankan dokter untuk dikenakan anak-anak saat berada di sekolah?

Dokter Spesialis Anak sekaligus Ketua Satgas Covid Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr Yogi Prawira mengatakan bahwa hal yang paling penting dalam memilih masker adalah faktor keamanan, ini juga berlaku bagi kelompok anak-anak.

Baca juga: Sebaran Kasus Covid-19 per 19 Agustus 2022: DKI Jakarta Tertinggi, 3 Wilayah Nihil Kasus

Terkait faktor keamanan ini, kata dia, N95 merupakan salah satu masker medis yang tepat untuk digunakan.

Kendati demikian, ia tidak memungkiri bahwa akan timbul rasa tidak nyaman saat mengenakan masker N95 lantaran cukup ketat melekat pada wajah, terutama bagi anak-anak.

"Secara prinsip, kalau aman banget ya seperti (masker) yang saya gunakan ini yang 95 (N95), tapi pasti nggak nyaman," jelas Dr Yogi, dalam virtual media briefing bertajuk 'Evaluasi Pembelajaran Tatap Muka IDAI dan KPAI', Jumat (19/8/2022).

Baca juga: Pengendalian Covid-19 di RI Dinilai Terbaik, Anggota DPR: Masyarakat Jangan Terlena

Ini tentu berbeda dengan dirinya yang merupakan seorang dokter dan harus bertemu dengan banyak pasien, karena memakai masker medis N95 adalah hal yang wajib.

Menurutnya, jika mementingkan faktor kenyamanan, maka masker yang dipilih tentunya memiliki desain yang longgar.

Namun ia menekankan bahwa masker yang longgar dapat dipastikan tidak aman untuk digunakan karena dapat membuat virus mudah masuk.

Baca juga: IDAI Sarankan Anak Bawa Masker Tambahan Saat PTM

"Kalau masker nyaman banget, kendor, tidak ketat, bahkan sesekali bisa turun, maka itu pasti tidak aman," jelas Dr Yogi.

Oleh karena itu, dirinya pun merekomendasikan masker medis yang mampu menutup area hidung hingga dagu.

"Nah kita berusaha memilih dan samai sekarang yang kami rekomendasikan adalah masker medis yang menutup hidung dan mulut, tentunya sampai menutup dagu," pungkas Dr Yogi.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved