Habiburokhman Usul Laporan Suara Panggilan 'Sayang' di Rapat Komisi III Tak Perlu Ditindaklanjuti

Habiburokhman mengusulkan agar laporan suara "sayang" saat rapat dengan Kapolri Listyo Sigit Prabowo beberapa waktu lalu tak perlu ditindaklanjuti.

Tribunnews.com/Fersianus Waku
Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan atau MKD DPR RI Habiburokhman saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (29/8/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan atau MKD DPR RI Habiburokhman mengusulkan agar laporan suara "sayang" saat rapat dengan Kapolri Listyo Sigit Prabowo beberapa waktu lalu tak perlu ditindaklanjuti.

"Pokoknya saya usul supaya tidak ditindaklanjuti," kata Habiburokhman saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (29/8/2022).

Habiburokhman memastikan laporan suara "sayang" terhadap Anggota Komisi III DPR, Aboe Bakar al-Habsy tersebut tak ditindaklanjuti.

"Enggak (ditindaklanjuti), enggak akan," ujar Habiburokhman.

Terkait rapat MKD tersebut, Habiburokhman menegaskan akan digelar secara virtual dan hybrid.

"Itu rapat virtual dan hybrid, agak tertunda mungkin 1 dua jam," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS Aboe Bakar Alhabsyi dilaporkan lagi ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, buntut suara panggilan 'sayang' saat rapat dengar pendapat bersama Kapolri pada Rabu (24/8) lalu.

Kali ini, DPP Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT IB) melaporkan Sekjen PKS itu.

"Hari ini kami dari DPP PEKAT IB melaporkan salah satu anggota Komisi III DPR Habib Aaboe Bakar Alhabsy terkait dengan adanya suara perempuan yang mengatakan ‘sayang’. Ini yang sangat kita sayangkan," kata Ketua Infokom DPP PEKAT IB Lisman Hasibuan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/8/2022).

Lisman menyesalkan perilaku Aboe Bakar saat RDP bersama Kapolri yang membahas kasus pembunuhan Brigadir J.

Baca juga: Asal Suara Sayang di Rapat Komisi III DPR dan Kapolri Diduga dari HP Ketua MKD, Ini Saran Formappi

Menurut Lisman, Komisi III tidak serius dengan kasus yang sudah menjadi perhatian publik.

"Komisi III DPR yang harapan rakyat menuntaskan dan harusnya menggedor terkait kasusnya Ferdy Sambo kok dibuat macam wayang golek, macam Srimulat. Ini kami rakyat sangat kecewa dengan adanya bahan candaan. Sehingga fokus Komisi III DPR untuk mengejar kasus Ferdy Sambo ini kami melihat kurang serius," ucapnya.

Lisman juga menyebut MKD harus memastikan suara perempuan memanggil sayang terhadap Aboe Bakar saat RDP itu dari istrinya atau dari perempuan yang lain.

Pasalnya, rapat tersebut merupakan forum serius anggota legislatif dalam rangka melakukan pengawasan terhadap mitra kerjanya, dalam hal ini Kapolri.

"Ini kan apakah dari istrinya anggota DPR? atau perempuan? kan harus diselidiki. Ini perempuan dari mana? kok bisa masuk ke microfon yang bisa masuk bahasa ‘sayang’ yang membuat kegaduhan dan suatu lelucuan di Komisi III DPR,” tandasnya.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved