Polisi Tembak Polisi

Keterangan Bharada E Disangkal Ferdy Sambo hingga Kuat Ma’ruf, LPSK: Itu Wajar Saja

Bharada E sempat emosi saat keterangannya dengan tersangka lain, termasuk Ferdy Sambo, berbeda.

Tangkap layar Polri TV
Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo, dan Bharada Richard Eliezer atau Bharada E saat ikuti proses rekonstruksi pembunuhan Brigadir J. 

TRIBUNNEWS.COM - Dalam rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) tempo hari terdapat perbedaan keterangan antara Bharada E dan tersangka lain.

Di mana keterangan Bharada Eliezer atau Bharada E berbeda dengan Ferdy Sambo, Kuat Ma’ruf, serta Bripka Ricky Rizal (Bripka RR).

Bahkan adanya beda keterangan tersebut sempat membuat Bharada E emosi.

Hal tersebut dibenarkan oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang mendampingi Bharada E saat proses rekonstruksi berlangsung.

Hasto Atmojo selaku Ketua LPSK mengatakan adanya perbedaan tersebut wajar saja.

Baca juga: Tanggapan Polri soal Surat Pernyataan Ferdy Sambo Bantah Brigjen Hendra Kurniawan Rusak CCTV

“Ada beberapa adegan yang sepertinya disangkal oleh tersangka lain, dia kesal,” katanya, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Sabtu (3/9/2022).

“Disangkal semuanya (Ferdy Sambo, Bripka RR, Kuat Ma’ruf),” lanjutnya.

Hasto menyebut tersangka memang berhak untuk menyangkal, dan hal tersebut dijelaskan kepada Bharada E.

“Yang paling penting, yang bersangkutan yakni Bharada E harus tetap berkonsisten pada keterangan yang benar yang diakui secara jujur,” imbuhnya.

Pengacara Pihak Brigadir J: Eliezer Satu-satunya Harapan

Sementara terkait perbedaan keterangan antara Bharada E dan Ferdy Sambo juga tersangka lain, pengacara pihak keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak, Penasihat Hukum Keluarga Brigadir Yosua mengatakan perbedaan pendapat tersebut malah menguntungkan.

Ferdy Sambo, peran pengganti Brigadir J, dan Bharada E saat rekonstruksi di Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022).
Ferdy Sambo, peran pengganti Brigadir J, dan Bharada E saat rekonstruksi di Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). (TRIBUNNEWS.com Jeprima/Tangkap layar KompasTV)

"Sejauh ini dari pendapat LPSK dan juga berdasarkan hasil rekonstruksi, perbedaan antara keterangan Elizer dan FS serta kawan-kawannya itu secara logika hukum wajib kami maknai sebagai hal yang positif," ujarnya, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV.

Baca juga: Putri Candrawathi Tak Ditahan, Kamaruddin Simanjuntak: karena Dia Istri Ferdy Sambo?

Selain itu, lanjut Martin hal tersebut malah menguntungkan bagi almarhum Brigadir Yosua Hutabarat.

"Kenapa begitu? karena Eliezer yang menjadi justice collaborator (JC) ini adalah salah satu-satunya harapan kita, selain daripada bukti scientific Crime Investigation system melalui ilmiah maupun CCTV yang bisa membantah keterangan-keterangan bohong yang dikatakan 4 orang yang tidak bertanggung jawab ini," ungkapnya.

Empat orang tersangka yang dimaksud Martin adalah Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, Bripka RR, dan Ferdy Sambo.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved