Koalisi Partai Politik

PDIP Sebut Safari Puan Maharani Berakhir Oktober 2022: Kita Bisa Rangkum Peta Politik Nasional

Ketua Fraksi PDIP DPR Utut Adianto mengatakan safari politik yang diklakukan Puan Maharani bakal terus berlanjut ke semua partai politik.

Penulis: Reza Deni
Editor: Adi Suhendi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto bersama Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Puan Maharani di Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/9/2022). Pertemuan tersebut merupakan bagian dari safara politik yang dilakukan Puan Maharani. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Fraksi PDIP DPR Utut Adianto mengatakan safari politik yang diklakukan Puan Maharani bakal terus berlanjut ke semua partai politik.

Dia berharap safari politik Puan Maharani berakhir pada Oktober.

"Kita bisa merangkum peta politik nasional untuk kita laporkan pada Ibu Ketua Umum," kata Utut kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (6/9/2022).

Menurutnya, safari politik Puan Maharani tidak dalam menentukan capres atau cawapres.

Baca juga: Ini Kata Pengamat Tentang Pertemuan Puan dan Prabowo

Dia mengatakan hal itu menjadi kewenangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Tapi sampai saat ini kita mengharapkan calon kita, terutama kami di Fraksi, kita tentu semua berdoa Mbak Puan yang dicapreskan tapi keputusan ada di Ibu sekali lagi," kata dia.

Potensi Polarisasi Publik Bisa Diminimalisir

Sementara itu, Direktur Eksekutif Vox Pol Research Center and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai pertemuan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Puan Maharani merupakan pertemuan strategis bagi kedua partai dan cukup menentukan peta koalisi ke depan.

Menurutnya, jika kedua tokoh dari partai ini tampil dalam Pilpres 2024, maka polarisasi sebagaimana yang terjadi pada pemilu sebelumnya mungkin tak terulang.

"Meminimalisir ada potensinya iya, tapi polarisasi itu sangat bergantung pada jumlah calonnya. Kalau calonnya dua, tetap memungkinkan ada," kata Pangi kepada Tribunnews, Sabtu (3/9/2022).

Baca juga: Isu Puan Maharani Ajak Prabowo Subianto Jadi Cawapres, Desmond Mahesa: Mimpi Kali Dia

Namun, Pangi juga menambahkan jika yang diadu adalah politik kebangsaan, maka potensi polarisasinya akan minim.

"Partai-partai seperti PDIP, Golkar, NasDem, dan Gerindra membawa semangat kebangsaan itu tidak bisa terpancing ke politik identitas atau keterbelahan publik," ujar dia.

Skenario koalisi apa pun yang terjadi nanti, dikatakan Pangi, jika yang menjadi poros utamanya adalah partai dengan corak seperti itu, polarisasi atau politik identitas kecil kemngkinan terjadi.

"PDIP dan Golkar enggak jauh berbeda visi misinya. Ini bakal jadi pertemuan yang sangat strategis," kata Pangi.

Diketahui, Ketua DPP PDIP Puan Maharani akan melakukan pertemuan dengan dua ketum parpol usai pertemuan dengan Ketum Prabowo Subianto

Puan disebut akan bertemu Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Kemudian, setelah itu, Puan akan menemui Ketum PKB Muhaimin Iskandar.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved