Polisi Tembak Polisi

Lie Detector Ferdy Sambo Cs Banyak Diragukan, Polri Klaim Alatnya Canggih, Diimpor dari Amerika

Sejumlah pihak meragukan keakuratan pemeriksaan lie detector tersangka tewasnya Brigadir J, Ferdy Sambos Cs, Mabes Polri bersuara beri penjelasan.

Kolase Tribunnews
kolase foto ilustrasi pemeriksaan pakai lie detector dan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J. Polri menjelaskan tujuan penggunaan lie decetor dan mengungkap hasil akurasinya. Bahkan Polri juga mengklaim lie detector yang dimiliki punya keakuratan diatas 90 persen. Alat itu merupakan alat canggih yang diimpor dari Amerika Serikat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar hukum, eks Kabareskrim hingga penasihat kapolri angkat bicara soal pemeriksaan lie detector atau tes uji kebohongan.

Mayoritas mereka bersuara pemeriksaan lie detector tidak akurat.

Mereka menyarankan penyidik Polri mencari alat bukti lain, terlebih menurut mereka hasil lie detector tidak bisa jadi bukti di persidangan.

Menyikapi itu, Mabes Polri angkat bicara.

Polri menjelaskan tujuan penggunaan lie decetor dan mengungkap hasil akurasinya.

Bahkan Polri juga mengklaim lie detector yang dimiliki punya keakuratan diatas 90 persen.

Alat itu merupakan alat canggih yang diimpor dari Amerika Serikat.

Diketahui saat ini baru empat tersangka yang sudah diperiksa mengunakan lie detector.

Keempat tersangka itu yakni Bharada E, Brigadir RR, Kuat Maruf dan Putri Candrawathi.

Seorang saksi bersama Susi yang adalah Asisten Rumah Tangga (ART) di rumah Ferdy Sambo juga jalani pemeriksaan lie detector.

Sementara itu Ferdy Sambo baru akan diperiksa pakai lie detector pada Kamis (8/9/2022).

Alat Lie Detector Polri Disorot dalam Kasus Brigadir J, Irjen Dedi Prasetyo: Akurasinya 93 Persen

Alat lie detector atau detector kebohongan Polri disorot karena dipakai dalam proses penyidikan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Polri pun membantah spekulasi liar di media sosial terkait alat tersebut.

Halaman
1234
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved