Polisi Tembak Polisi

Polri Klaim Akurasi Lie Detector 90 Persen, Mantan Kabareskrim: Akurasinya 60 Persen

Akurasi lie detector atau alat deteksi kebohongan kepada tersangka kasus pembunuhan Brigadir J menjadi sorotan

Kolase Tribunnews
kolase foto ilustrasi pemeriksaan pakai lie detector dan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J. Akurasi lie detector atau alat deteksi kebohongan kepada tersangka kasus pembunuhan Brigadir J menjadi sorotan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Akurasi lie detector atau alat deteksi kebohongan kepada tersangka kasus pembunuhan Brigadir J menjadi sorotan.

Mantan Kabareskrim Polri, Komjen (Purn) Ito Sumardi mengatakan akurasi lie detector diragukan karena hanya 60-70 persen.

Sementara Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyatakan bahwa lie detector atau alat polygraph milik Polri merupakan alat canggih lantaran impor dari Amerika Serikat. Bahkan, tingkat akurasinya mencapai di atas 90 persen.

Baca juga: Pakar Hukum, Eks Kabareskrim dan Penasihat Kapolri Komentari Pemeriksaan Lie Detector Ferdy Sambo CS

Sebelumnya, Polri melakukan pemeriksaan dengan alat lie detector atau pedeteksi kebohongan kepada lima tersangka dan satu saksi dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Polri memeriksa istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan asisten rumah tangganya Susi menggunakan alat pendeteksi kebohongan atau lie detector, Selasa (6/9/2022).

Bharada E, Brigadir RR, Kuat Maruf sudah lebih dulu diperiksa pakai lie detector hasilnya mereka bicara jujur.

Tes tersebut dilaksanakan di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Dedi menuturkan bahwa tingkat akurasi menandakan bahwa penggunaan lie detector merupakan pro justitia

Baca juga: Polisi Periksa Istri Ferdy Sambo Menggunakan Lie Detector, Mantan Kabareskrim: Akurasinya 60 Persen

Sebab, tingkat akurasinya masih di atas 90 persen.

"Kalau di bawah 90 persen itu tidak masuk dalam ranah pro justitia. Kalau masuk dalam ranah pro justitia berarti hasilnya penyidik yang berhak mengungkapkan ke teman-teman. Termasuk nanti penyidik juga mengungkapkan ke persidangan," jelasnya.

Dedi mengakui bahwa lie detector memang kerap digunakan dalam pemeriksaan saksi atau tersangka dalam kasus Brigadir J.

Di antaranya, pemeriksaan terhadap tersangka Putri Chandrawati dan asisten Putri, Susi.

"Jadi hasil polygraph setelah saya berkomunikasi dengan Puslabgor dan juga operator polygraph bahwa hasil polygraph atau lie detector itu adalah projustitia," katanya.

Baca juga: Pakai Lie Detector, Polisi Cecar Putri Candrawathi Soal Ucapannya yang Buat Ferdy Sambo Kalap

3 tersangka hasil tesnya tunjukkan jujur

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved