Polisi Tembak Polisi

Irjen (Purn) Aryanto Sutadi Sebut Orang yang Biasa Bohong Tak Efektif Dites Lie Detector

Irjen (Purn) Aryanto Sutadi mengatakan soal efektifitas penggunaan lie detector, diketahui alat tersebut digunakan tersangka pembunuhan Brigadir J.

Kolase Tribunnews
kolase foto ilustrasi pemeriksaan pakai lie detector dan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J. 

TRIBUNNEWS.COM - Penasihat Ahli Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Irjen (Purn) Aryanto Sutadi, menjelaskan soal alat tes kebohongan atau lie detector.

Dijelaskannya, lie detector adalah salah satu cara mencari keterangan secara scientific.

Seperti diketahui, para tersangka kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J) serta saksi menggunakan alat lie detector untuk menguji kejujuran mereka.

Bharada Eliezer (Bharada E), Bripka Ricky Rizal (Bripka RR), Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma’ruf, serta seorang saksi bernama Susi, telah mengikuti pemeriksaan alat pendeteksi kebohongan (lie detector) yang dilakukan oleh Bareskrim Polri.

Terkait alat lie detector, Irjen (Purn) Aryanto Sutadi mengatakan alat tersebut untuk menguji apakah yang disampaikan oleh seorang tersangka dan saksi itu benar atau tidak.


Baca juga: Jadi Saksi, Keluarga Brigadir J Diperiksa soal Laporan Palsu Pelecehan Seksual Putri Candrawathi

“Ini dilakukan apabila terjadi perbedaan keterangan dalam suatu kejadian,” terangnya, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV.

Dalam praktiknya, seseorang yang akan diuji menggunakan lie detector, akan dipakaikan rangkaian alat.

Lantas, mereka diberikan banyak pertanyaan, apabila berbohong biasanya alat terdeteksi dalam indikator alat tersebut.

Namun, apabila indikator alat tersebut landai, lanjut Irjen (Purn) Aryanto Sutadi, maka sesorang tersebut dapat dikatakan jujur.

“Tapi (lie detector) itu tidak menjamin (seseorang itu jujur atau berbohong,” lanjutnya.

“Kalau orang yang sudah terbiasa berbohong ketika ditanya dan menggunakan lie detector, alat tersebut landai saja,” ungkapnya lagi.

Sehingga dalam artian seseorang tersebut indikator di lie detector hasilnya jujur, walaupun sebenarnya dirinya berbohong.

Baca juga: Kata Polri soal Hasil Pemeriksaan Lie Detector Putri Candrawathi dalam Kasus Brigadir J

“Namun, orang yang biasa jujur, saat ditanya yang menohok dan dia tidak jujur, di lie detector pasti akan ada getaran-getaran yang terekam,” ungkapnya.

Irjen (Purn) Aryanto Sutadi kembali menegaskan lie detector itu akan efektif digunakan untuk tes orang yang tidak biasa berbohong, sehingga dengan menggunakan lie detector tidak menjamin itu pasti jujur.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved