Tegaskan Komitmen Rawat Budaya Nusantara, NasDem Dorong Prasasti Pucangan Dibawa Pulang dari India

Muhammad Farhan, menegaskan komitmen NasDem untuk terus menjaga dan merawat nilai-nilai kebudayaan nusantara.

Penulis: Reza Deni
Editor: Adi Suhendi
Istimewa
Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Muhammad Farhan saat mengisi Focus Group Discussion (FGD) Harmoni Budaya Indonesia bertajuk Pentingnya Badan Budaya Untuk Partai Politik di Ballroom NasDem Tower. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Muhammad Farhan, menegaskan komitmen NasDem untuk terus menjaga dan merawat nilai-nilai kebudayaan nusantara.

Salah satu upaya nyata dengan mendorong pemerintah membawa pulang Prasasti Pucangan dari India.

"Memastikan agar pemerintah bisa segera mengembalikan dua prasasti yang sangat penting untuk sejarah Indonesia yang terbengkalai di luar negeri," kata Farhan dalam Focus Group Discussion (FGD) Harmoni Budaya Indonesia bertajuk "Pentingnya Badan Budaya Untuk Partai Politik" di Ballroom NasDem Tower, ditulis Jumat (9/9/2022).

Farhan menekankan, NasDem akan terus mengawal dan mendorong pemerintah agar prasasti tersebut dapat kembali ke Indonesia serta masuk ke dalam agenda pertemuan Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri India beberapa waktu mendatang.

Upaya tersebut, lanjut Farhan, juga mendapat perhatian khusus dari Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dan sederet Anggota Fraksi NasDem di Komisi X DPR RI seperti Ratih Megasari Singkaru.

Baca juga: Segera Diumumkan, NasDem Pastikan Anies Baswedan Siap Diusung Sebagai Capres 2024

Prasasti Pucangan diketahui adalah peninggalan Raja Airlangga dari Kerajaan Kahuripan di Jawa Timur yang dibawa Inggris untuk menjadi koleksi Royal Asiatic Society.

Kini prasasti itu menjadi koleksi Indian Museum di Kolkata.

Selain Prasasti Pucangan, Farhan mengatakan ada prasasti tua dan berharga milik Indonesia yang dibawa ke Skotlandia oleh Lord Minto dan diupayakan untuk bisa dibawa pulang ke Indonesia.

Farhan lebih lanjut menekankan dua aspek penting hadirnya Badan Budaya pada sebuah partai politik, yakni membentuk karakter dan nilai-nilai dengan perspektif kebudayaan yang lebih luas tidak hanya sekadar pementasan pertunjukan.

Baca juga: Nama Wakil Ketua DPD Partai Nasdem Deliserdang Tercatat Sebagai Anggota di Partai Lain

Dalam kesempatan tersebut, Elite Partai NasDem, Rachmat Gobel, menjabarkan Badan Kebudayaan tidak hanya sekadar menjadi atribut pemanis jargon politik belaka, tetapi menjadi medium yang dihidupi dan menghidupi kebudayaan.

Politisi asal Gorontalo itu menceritakan bagaimana kegelisahannya melihat perubahan nilai-nilai di masyarakat kala film dan sinetron luar menguasai layar kaca nasional pada medio 97.

Wakil Ketua DPR RI itu kemudian memantik semangat para insan televisi nasional agar mencetak karya-karya terbaik yang sesuai dengan nilai-nilai keindonesiaan melalui Panasonic Gobel Award.

Pasalnya, menurut Gobel kebudayaan merupakan salah satu harkat dan martabat bangsa yang harus dijaga.

Baca juga: NasDem Target Kalahkan Golkar, Lamhot Sinaga: Golkar Solid dan Paling Siap Hadapi Pemilu 2024

Sementara itu, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Republik Indonesia, Hilmar Farid menyampaikan sejumlah penekanan seperti diperlukan adanya turunan mekanisme pengelolaan dan perlindungan kekayaan intelektual publik.

"Kami berharap NasDem dapat menjadi motor perlindungan warisan kebudyaaan dengan mendorong hadirnya tim ahli cagar budaya di masing masing daerah, juga mendorong adanya perumusan kebijakan terhadap pembaruan UU Perfilman di tengah perkembangan arus informasi global," kata dia.

Diketahui, FGD Harmoni Budaya Indonesia yang dipersembahkan Bidang Hubungan Sayap dan Badan DPP Partai NasDem bersama Forum Diskusi Denpasar 12 itu juga menyuguhkan pameran lukisan karya Sudjiwo Tedjo.

FGD dipimpin langsung Ketua Bidang Perempuan dan Anak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem, Amelia Anggraeni.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved