Nadiem Makarim: Orkestra G20 Bentuk Harmonisasi Antar Negara Pulihkan Sektor Kebudayaan

Kemendikbudristek menampilkan pagelaran musik Orkestra G20 di halaman Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
Istimewa
Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam pagelaran musik Orkestra G20 di halaman Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kemendikbudristek menampilkan pagelaran musik Orkestra G20 di halaman Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan penampilan orkestra ini adalah bentuk kolaborasi antara negara anggota G20 untuk memulihkan sektor kebudayaan.

Kebudayaan, menurut Nadiem, merupakan sektor yang cukup terdampak akibat pandemi Covid-19.

“Orkestra G20 terdiri atas 70 orang musisi dari negara G20, berhasil mengilustrasikan harmonisasi dalam kerjasama antar negara dalam menghasilkan sebuah simfoni yang merdu, yang mengartikan kolaborasi budaya adalah sesuatu hal yang tidak mustahil dilakukan," ujar Nadiem melalui keterangan tertulis, Kamis (15/9/2022).

Orkestra G20 digawangi oleh para musisi dengan berbagai latar belakang budaya.

Nadiem menilai kolaborasi ini menjadikan keberadaan Orkestra G20 makin istimewa.

Baca juga: Gelar Pertemuan Bilateral, Nadiem Makarim Kerja Sama Lintas Negara Dalam Pemulihan Sektor Kebudayaan

"Nilai-nilai yang disuarakan melalui G20 Orchestra antara lain: bhinneka tunggal ika, kesetaraan gender, gerakan anti-kekerasan, dukungan dan pemberdayaan penyandang disabilitas, dan persatuan negara-negara G20 dengan semangat "Recover Together, Recover Stronger," ujar Nadiem.

Okestra musik ini terdiri dari 31 musisi negara G20 dan 36 musisi Indonesia.

Penata musik orkestra Ananda Sukarlan menuturkan, pentas dalam forum G20 kebudayaan merupakan inovasi sebab munculnya makna persamaan gender yang terdiri dari 50 perse musisi laki-laki dan 50 persen musisi perempuan.

“Orkestra seperi ini belum pernah ada di dunia. Selain itu juga orkestra dengan diversitas paling besar di dunia karena terdiri dari 18 negara G20 dan terdiri dari berbagai macam suku, agama, ras, warna kulit,” kata Ananda.

Baca juga: Nadiem Makarim Klaim Libatkan 90 Lembaga dan Organisasi Pendidikan dalam Penyusunan RUU Sisdiknas

Sedangkan pengamat kebudayaan Universitas Diponegoro Suharyo mengemukakan musik orkestra yang menyuarakan arti keberagaman dalam budaya menunjukkan pula bahwa Indonesia adalah bangsa yang kaya melimpah tradisi dan ingin negara lain mengakuinya.

Suharyo menilai orkestra yang menyandingkan musisi lintas budaya menandakan bahwa kehidupan haruslah harmonis dengan segala kearifan lokalnya sehingga dunia tetap terjaga.

"Budaya dengan semua cirinya, pelakunya, masing-masing keelokannya merupakan sumber edukasi, sumber pengetahuan, dan sumber inspirasi bagi manusia dan generasi penerus ke depan," kata Suharyo.

Seperti diketahui, pagelaran musik Orkestra G20 dipimpin oleh konduktor Eunice Tong dengan pengawasan dari pianis terkemuka Indonesia, Ananda Sukarlan.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved