Harga BBM

Harga BBM Naik, Survei Charta Politika Sebut Kepuasan Publik terhadap Jokowi di Angka 63,5 %

Charta Politik merilis hasil survei bertajuk Kondisi Sosial Politik dan Peta Elektoral Pasca-kenaikan Harga BBM pada Kamis (22/3/2022).

Penulis: Gita Irawan
Editor: Hasanudin Aco
Tangkapan Layar: Kanal Youtube Charta Politika Indonesia
Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya dalam Rilis Survei Charta Politika: Kondisi Sosial Politik dan Peta Elektoral Pasca Kenaikan Harga BBM pada Kamis (22/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga survei Charta Politik merilis hasil survei bertajuk Kondisi Sosial Politik dan Peta Elektoral Pasca-kenaikan Harga BBM pada Kamis (22/3/2022).

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mengatakan berdasarkan survei terbaru menunjukkan kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah pusat mencapai angka 63,5 persen.

Angka tersebut, kata dia, merupakan hasil penjumlahan dari responden yang menyatakan sangat puas sebesar 9,7% dan responden yang menyatakan cukup puas di angka 53,8%.

Baca juga: Kepuasan Kinerja Jokowi Turun Usai Umumkan BBM Naik, Adian Napitupulu: Masih Lebih Baik dari SBY

Hal itu disampaikannya dalam Rilis Survei Charta Politika "Kondisi Sosial Politik dan Peta Elektoral Pasca Kenaikan Harga BBM" di kanal Youtube Charta Politika Indonesia pada Kamis (22/9/2022).

"Dari survei yang kita lakukan di 6 sampai 13 September kepuasan publik terhadap Jokowi ada di angka 63,5%," kata Yunarto Wijaya.

Selain itu, kata dia, sebanyak 34,3% responden menyatakan kurang puas dan tidak puas sama sekali.

Menurut Yunarto, gambaran kepuasan publik tersebut masih menunjukkan rapor pemerintah pusat masih biru.

Biasanya, kata dia, apabila kepuasan publik masih berada di atas 60% maka rapornya masih bisa dikatakan biru.

Namun, apabila ada kecenderungan angka kepuasan publik berada di bawah 60% maka sudah bisa dikatakan rapornya merah.

"Jadi kalau masuk ke dalam rumus atau formula yang saya sebutkan tadi rapornya masih biru," kata Yunarto.

Survei dilakukan pada 6 sampai 13 September 2022 pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Survei dilakukan dengan jumlah responden sebanyak 1.220 dengan margin of error sebesar 2,82%.

Survei dilakukan dengan spot check dan cleaning data sebesar 20% dari total sampel.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved